Sudah Terpenuhi Hampir 50%, Retribusi Daerah Kabupaten Malang Ikut Susut karena Covid

Jul 17, 2020 09:16
Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Target PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor retribusi mengalami penyusutan. Hal itu disebabkan terjadinya pandemi covid-19.

Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan target retribusi daerah yang dikelola Bapenda mengalami penyusutan hingga lebih dari Rp 11 miliar.

Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Prihatin dan Komentari Angka Pasien Covid-19 Kota Malang

”Karena adanya pandemi covid-19, semua sektor penghasilan PAD mengalami kendala. Termasuk salah satunya sektor retribusi daerah yang tahun ini targetnya mengalami penyesuaian menjadi Rp 23,9 miliar,” ungkap Made.

Perlu diketahui, sebelum adanya penyesuaian, target awal retribusi daerah Kabupaten Malang dipatok Rp 35.038.091.750. Namun setelah adanya penyesuaian lantaran terdampak pandemi covid-19, targetnya menyusut menjadi Rp 23.972.859.650 atau berkurang sekitar Rp 11.065.232.100 dari target awal.

”Hingga pertengahan bulan ini (Juli 2020, red) target retribusi daerah sudah terpenuhi lebih dari 49 persen,” ungkap Made yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.

Jika dinominalkan, lanjut Made, pendapatan retribusi daerah pada semester kedua atau lebih tepatnya hingga 15 Juli 2020 sudah terealisasi Rp 11,8 miliar.

Baca Juga : Memasuki Semester Kedua, Target Pajak Daerah Kabupaten Malang Terealisasi 60 Persen

”Jika melihat data yang kami kelola, dalam kurun waktu 2,5 bulan pendapatan retribusi daerah meningkat sekitar Rp 3,2 miliar,” pungkas Made.

 

Topik
Berita MalangTarget PAD Kota MalangPAD Kab Malangbapenda kabupaten malangDisparbud Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru