Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat menjelaskan potensi pajak daerah di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat menjelaskan potensi pajak daerah di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Torehan pendapatan pajak daerah yang dikelola Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, semakin menunjukkan progres yang signifikan. 

Terbukti, memasuki semester kedua, yakni pada bulan Juli 2020, target pajak daerah sudah terealisasi nyaris 60 persen.

Baca Juga : Wisata Kuliner, Disparbud Kabupaten Malang Sarankan Pembayaran Non-Tunai

”Hingga pertengahan bulan ini (Juli 2020, red) sektor pajak daerah sudah memperoleh penghasilan lebih dari Rp 117 miliar atau setara dengan 60 persen dari target yang sudah ditentukan,” ucap Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

Pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang akrab disapa Made ini, menjelaskan jika target penghasilan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang tahun ini dipatok Rp 195,6 miliar.

”Akibat terdampak pandemi covid-19, target pajak daerah tahun ini memang mengalami penyesuaian,” ungkapnya.

Semenjak adanya Perbup (Peraturan Bupati) Malang Nomor 18 tahun 2020, target pajak daerah yang semula dipatok Rp 286,4 miliar menyusut hingga kisaran Rp 90 miliar menjadi Rp 195,6 miliar.

”Setelah adanya penyesuaian, target pajak daerah memperoleh penambahan penghasilan sebesar Rp 10,9 miliar dalam kurun waktu 2 minggu,” ungkap Made.

Baca Juga : Legislatif Nilai Penerimaan dan Potensi PAD Pajak Daerah Kota Malang Tak Ada Kejelasan

Sebab menjelang akhir bulan Juni 2020 silam, lanjut Made, target pajak daerah hanya terealisasi sekitar 55 persen atau setara dengan Rp 106,1 miliar.

”Kalau melihat sisa waktu yang ada, kami tetap optimis target PAD di sektor pajak daerah bisa segera terealisasi,” tutup Made yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang ini.