Pasar Blimbing Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pasar Blimbing Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Keberadaan pasar rakyat di Kota Malang menjadi sorotan legislatif. Pasalnya, sejumlah pasar yang direncanakan bakal direvitalisasi hingga saat ini masih belum juga direalisasikan.

Fraksi PKS DPRD Kota Malang dalam hal ini mengkritisi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang tak kunjung membenahi sejumlah pasar. Beberapa pasar seperti Pasar Blimbing, Pasar Gadang dan Pasar Besar dinilai masih mangkrak.

"Sampai saat ini mangkrak pembangunannya, dan belum jelas kapan akan diselesaikan dan dibangun kembali," ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Rokhmad.

Padahal, menurut dia, keberadaan pasar suatu hal yang penting untuk menunjang perputaran ekonomi masyarakat.

Fraksi PKS dalam hal ini melihat anggaran untuk program revitalisasi pasar rakyat masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan pembangunan lainnya. "Anggaran revitalisasi untuk pasar tradisional di Kota Malang masih kecil. Padahal, sangat mendesak untuk dibangun atau ditata ulang," imbuhnya.

Bahkan, Rokhmad menjelaskan,  masterplan revitalisasi pasar rakyat menjadi pasar modern di Kota Malang belum tuntas. Sehingga, dalam hal ini pihaknya berharap Pemkot Malang bisa lebih memprioritaskan revitalisasi pasar sebagai program strategis dengan anggaran yang lebih besar dengan pengelolaan berbasis teknologi.

"Kami mengharapkan agar pasar tradisional ini bisa lebih modern, dan bisa dilengkapi dengan teknologi khusus," terangnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan bahwa saat ini berkaitan dengan revitalisasi sejumlah pasar rakyat sudah berproses. Termasuk dokumen LO (legal opinion) dan LS (legal standing) juga telah siap. "Ini masih berproses, dokumen di kami sudah ada. LO dan LS sudah ada," pungkasnya.