Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi) saat melihat Toga Corner di SMAN 2 Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi) saat melihat Toga Corner di SMAN 2 Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Keberadaan Sekolah Tangguh di Kota Malang nampaknya menjadi perhatian khusus. Lantaran, pelaksanaan pembelajaran di sekolah selama pandemi Covid-19 dimungkinkan bisa dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Namun, bukan hanya itu saja yang diharapkan bisa diunggulkan ketika menghadapi new normal atau adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 di area sekolah.

Baca Juga : Kembali Ungkap Kekesalan, Pakar Gestur Sebut Ada Senyum Nyinyir di Bibir Jokowi ke Menteri

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menginginkan ada kurikulum lokal dalam memaksimalkan pengetahuan siswa siswa perihal obat tradisional atau herbal.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, adanya edukasi atau sosialisasi dalam konsep Sekolah Tangguh dengan menghadirkan pengetahuan mengenai Toga (Tanaman Obat Keluarga). Yang mana pada dasarnya, tanaman-tanaman ini berupa rempah-rempah yang sejatinya memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.

"Saya minta ini diajarkan, diedukasi dan disosialisasikan secara masif. Lebih-lebih dalam konsep sekolah tangguh, juga ada tangguh sehat, yang itu juga bisa dikembangkan melalui gerakan budidaya tanaman herbal di lingkungan sekolah," ujarnya.

Apalagi, dalam kunjungannya ke SMAN 2 Malang yang dinobatkan sebagai Sekolah Tangguh belum lama ini misalnya, ia melihat ada tatanan Toga Corner di salah satu sudut sekolah.

Sudut tersebut tertata rapi dengan berbagai koleksi ramuan herbal yang ditampilkan di lemari khusus.

Baca Juga : Kembali Ungkapkan Kekesalan terhadap Para Menteri, Jokowi: 3 Bulan WFH Malah Kayak Cuti

Hal inilah yang kemudian diharapkan untuk bisa terus dikembangkan. Artinya, ada penambahan literasi bagi siswa yang bisa mempelajari mengenai tanaman herbal. Terlebih, tanaman herbal saat ini seperti jahe, sereh, kayu putih dan lainnya diklaim menjadi salah satu yang ampuh menangkal virus, salah satunya Covid-19.

"Ini bagus dan harus dikembangkan. Tidak hanya jadi sudut literasi yang melengkapi keberadaan UKS. Namun saya minta untuk dijadikan kurikulum (lokal) pembelajaran. Karena dari beberapa penelitian, rempah-rempah ini mampu menjadi salah satu alternatif untuk menangkal virus corona," pungkasnya.