Wali Kota Malang, Sutiaji bersama siswa baru SMAN Taruna Nala Jatim. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama siswa baru SMAN Taruna Nala Jatim. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selain pesantren, SMA yang berbasis asrama juga diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Di kota Malang, SMA tersebut adalah SMAN Taruna Nala Jawa Timur.

Bertempat di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang, Wali Kota Malang Sutiaji membuka Masa Karantina dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Pengenalan Lingkungan Asrama (MPLA) tahun ajaran 2020-2021, Selasa (14/7/2020) pagi.

Baca Juga : Wali Kota Dewanti Imbau Pelaksanaan Masa Pembelajaran Lingkungan Sekolah Digelar Daring

Dalam sambutannya, Sutiaji berharap siswa SMAN Taruna Nala dapat memviralkan kedisiplinan kepada masyarakat untuk meraih kesuksesan, dalam hal ini tentu salah satunya kesuksesan untuk melewati pandemi Covid-19.

"Saya berharap semoga karakter dan disiplin yang terjaga saat ini mampu diviralkan ke pada seluruh masyarakat," ucapnya.

Di masa pandemi ini, kegiatan MPLS pun tidak dilakukan seperti biasa. Dari ribuan siswa, di tahap pertama ini masih diikuti 200 siswa.

Sebab, seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 masih belum memasuki episode terakhir. Jumlah kasus covid 19 di kota Malang pun terus meningkat. 

Berdasarkan data dari satgas Covid-19 Kota Malang, sampai dengan tanggal 11 Juni 2020, pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 326 dan pada tanggal 12 Juli tercatat sebanyak 340. Hal ini menunjukkan 14 pasien bertambah dalam 1 hari.

"Virus terus menerus menyebar dan kita semua perlu waspada. Kenaikan yang terjadi itu disebabkan banyak hal, seperti kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan serta pengaruh dari wilayah Kota Malang yang kecil dengan kegiatan masyarakat urban yang begitu tinggi," papar Sutiaji.

Pemkot pun mengapresiasi SMAN Taruna Nala yang memberlakukan karantina dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat (jaga jarak, pakai masker, dan berperilaku hidup sehat).

Baca Juga : MPLS Hari Pertama, Wali Kota Apresiasi Sekolah Tangguh SMAN 2

"Apresiasi positif saya sampaikan kepada SMAN Nala yang telah menyikapi situasi pandemi Covid-19 dini masa adaptif ini dengan melakukan masa karantina," tuturnya.

Kepada awak media Sutiaji menjelaskan, siswa SMAN Taruna Nala melakukan 14 hari karantina sebelum memasuki tahapan pembelajaran. Meski kapasitas gedung ribuan, hanya ditempati oleh 200 siswa baru.

"Sebelum di sini sudah di-rapid semua dan memang non reaktif. Seandainya reaktif pun kita sudah punya treatment," katanya.

"Kami berikan apresiasi dan terima kasih mudah-mudahan, SMAN Nala menjadi viral kebaikan dan viral disiplin anak bangsa," tandasnya kemudian.