Lokasi proyek Kayutangan Heritage (Dok MalangTIMES)
Lokasi proyek Kayutangan Heritage (Dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus dugaan penyimpangan dalam proyek Kayutangan Heritage yang didalami Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, saat ini tak lagi dilanjutkan alias mandek. Hal ini setelah pihak rekanan pelaksana, yakni CV Banggapupah bersedia mengembalikan kekurangan volume proyek sebesar Rp 280 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Andi Dharmawangsa menjelaskan, dalam proses pendalaman, telah diturunkan tim ahli di lapangan yang kemudian dilakukan dua kali gelar atau ekspose.

Baca Juga : Penipuan Bermodus Gendam, Tersangka Pura-Pura Jadi Kiai, Korbannya Lansia

Dalam ekspose, sejumlah pihak dipertemukan untuk menjelaskan detail mengenai proyek, mulai dari pelaksana, pengawas proyek, penanggung jawab proyek, perencana maupun tim ahli.

Dari ekspose tersebut, diketahui jika terdapat kekurangan volume maupun bagian lainnya yang tak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Dari kekurangan volume dan beberapa ketidaksesuaian spek tersebut, terkalkulasi kerugian negara sejumlah Rp 280 juta.

Namun dari hasil temuan kekurangan volume pada tahapan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, pihak rekanan bersedia untuk mengembalikan uang kekurangan volume tersebut kepada negara. Sehingga dari situ, kasusnya saat ini tak lagi berlanjut.

"Jika pengembalian uang dilakukan saat penyidikan, hal itu hanya mengurangi tuntutan. Namun proses hukum tetap berlanjut di pengadilan. Akan tetapi berbeda jika pengembalian uang itu dilakukan saat Pulbaket, penyelidikan tidak dilanjutkan dasarnya peraturan presiden," bebernya.

Selain itu, menurutnya, nilai kerugian yang ditimbulkan lebih kecil dari biaya penyelidikan yang jauh bisa lebih besar. Sehingga setelah pihak rekanan bersedia mengembalikan uang kekurangan volume, dan kemudian kasusnya tak berlanjut, pihak kejaksaan tak perlu untuk mengeluarkan banyak biaya untuk penanganan kasus.

Baca Juga : Cerita Bahagia Yasonna saat Umumkan Buronan 17 Tahun Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauline!

Dalam hal waktu pengembalian uang kekurangan volume proyek, bukan tanpa batas. Pihak Kejari Kota Malang memberikan tempo selama tujuh hari untuk pihak rekanan mengembalikan uang kekurangan volume proyek tersebut.

"Jika melewati batas waktu yang ditentukan tersebut, ya penyelidikan akan dilanjutkan," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek penataan bangunan dan lingkungan kawasan koridor Kota Malang tahun anggaran 2019 atau Kayutangan Heritage, diduga tak sesuai spek. Proyek tersebut dikerjakan dengan plot anggaran Rp 1,6 miliar.