Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan MPLS SMA/SMK se-Jawa Timur. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan MPLS SMA/SMK se-Jawa Timur. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mulai hari ini (Senin, 13/7/2030), siswa kelas 10 SMA dan SMK se-Jawa Timur mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring selama tiga hari. 

Baru saja, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka kegiatan MPLS Jenjang SMA dan SMK se-Jawa Timur Tahun Pelajaran 2020/2021 ini dari Gedung Negara Grahadi Surabaya dan disiarkan langsung melalui YouTube Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Baca Juga : Tina Toon Angkat Suara Soal PJJ Permanen, Ini Penjelasan Kemendikbud

Dalam MPLS bertema Mengembangkan Potensi Siswa Belajar dari Rumah tersebut, Khofifah meminta pembuatan face shield atau pelindung wajah menjadi bagian dari kegiatan MPLS siswa.

"Mungkin nanti bagian dari MPLS ini siswa-siswi oleh para guru di sekolah masing-masing diminta bikin face shield," ucapnya.

Khofifah juga menayangkan video pembuatan face shield yang mudah dan sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan, yakni botol plastik air mineral.

"Sangat sederhana, bahannya ada di mana-mana, tapi itulah yang hari ini kita butuhkan untuk perlindungan diri kita. Dan face shield seperti ini menjadi pelindung kita, orang lain juga terlindungi, dan sederhana," timpalnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memotivasi siswa untuk tetap optimis meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Sebab menurut prediksi McKinsey&Company, pada tahun 2030 kelak, Indonesia akan masuk 7 besar kekuatan ekonomi dunia. Tak hanya itu, PricewaterhouseCoopers juga memprediksi bahwa Indonesia akan menempati urutan nomor 4 ekonomi terbesar di dunia dengan GDP $7,3 triliun USD pada tahun 2050.

"Per 1 Juli 2020 Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari middle income country (negara menengah) menjadi upper middle income country (negara menengah ke atas)," sambungnya.

Kenaikan status tersebut diberikan setelah berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, gross national income (GNI) perkapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi US$ 4.050 dari posisi sebelumnya US$ 3.840.

Baca Juga : Kemendikbud: Jika Masih Ada Siswa Tak Dapat Sekolah, Kepala Dinas Wajib Mencarikan

Sebagaimana diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita dalam empat kategori, yaitu low income (US$ 1.035), lower middle income (US$ 1.036-4.045), upper middle income (US$ 4.046-12.535), dan high income (di atas US$ 12.535).

"Artinya kita ini tetap bergerak progresif, naik pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu jangan berkecil hati, jangan pernah pesimis," pinta Khofifah.

Ia meminta para siswa membangun harapan yang setinggi-tingginya dan menyiapkan tangga untuk mencapai cita-cita mereka.

"Kalau anak-anak menyiapkan tangga untuk mencapai cita-cita pasti tidak akan ada waktu yang terbuang apalagi waktu yang kemudian tahu itu merugikan," tandasnya.