Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (official PSSI)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (official PSSI)

MALANGTIMES - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkapkan alasan kenapa kompetisi sepak bola di Indonesia harus kembali digelar meski tetap berdampingan dengan Covid-19.

Sepak bola memang bisa mengangkat nilai ekonomi masyarakat, karena didalamnya banyak yang terlibat untuk mencari keuntungan dari berjalannya kompetisi sepak bola.

Baca Juga : Gelandang Arema FC Miliki Target jika Kembali Turun di Liga 1 2020

Di Indonesia sendiri, kompetisi sepak bola sudah hampir 5 bulan terhenti akibat pandemi Covid-19 yang merebak di seluruh penjuru nusantara. Karena itu perekonomian masyarakat juga ikut terdampak sehingga membuat permasalahan muncul selain wabah penyakit.

"Dengan kompetisi juga kita kembali menghidupkan beberapa sektor, seperti perhotelan, katering dan lain-lainnya. Liga-liga dunia juga sudah berjalan lagi meski dengan protokol kesehatan ketat, apalagi tetangga kita (Liga Vietnam) sudah berjalan dan akan menyusul Liga Malaysia dan Thailand," ujar Mochamad Iriawan seperti rilis dari PSSI.

Dalam persiapan menuju Liga 1 2020 Oktober mendatang, PSSI akan membantu tim peserta dalam melakukan pengecekan kesehatan di mana saat ini merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi pemain.

"Regulasi pertandingan yang baru, kesehatan dan lain-lainnya sudah dibikin oleh tim dari PSSI. Saat ini situasinya masih belum sepenuhnya normal. Semua harus diantisipasi dengan detail dan bijaksana," ungkapnya.

"Aspek kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Semua harus mengikuti protokoler yang ada. Kami juga akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. PSSI juga akan membantu rapid test untuk tim Liga 1," imbuhnya.

Baca Juga : Arema FC: Pemain Datang ke Malang Adalah yang Setuju dengan Renegosiasi Kontrak

Terkait teknis pelaksanaan lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 tahun 2020, berbagai persiapan terus dilakukan oleh PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB). Kelanjutan kompetisi direncanakan dimulai bulan Oktober mendatang dan dipusatkan di Pulau Jawa khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).