Wali Kota Malang Sutiaji (baju oranye) saat meninjau kawasan BRI Kanwil Malang, Kamis (9/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (baju oranye) saat meninjau kawasan BRI Kanwil Malang, Kamis (9/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES -  Pasca  diketahui sejumlah pimpinan dan karyawan BRI Kanwil Malang terjangkit covid-19, bentuk pelayan di perbankan itu memang masih berjalan. Namun, sistem pelayanan bagi nasabah dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang ketat.

Wali Kota Malang Sutiaji melakukan pemantauan secara langsung berkaitan dengan hal itu ke BRI Kanwil Malang di Jl Martadinata, siang ini (Kamis, 9/7/2020).

Sutiaji melakukan pengecekan serangkaian protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang diterapkan dalam melakukan pelayanan. Mulai dari tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, hingga pemberian hand sanitizer.

Dalam hal ini, Sutiaji juga memastikan kondisi gedung yang ditempati  satu pasien yang terjangkit covid-19 dan meninggal dunia telah dilakukan sterilisasi. "Saya memastikan bagaimana gedung yang ada salah satu konfirmasi positif yang meninggal dunia. Saya sudah lihat di lantai tiga ditutup total. Lantai 4 tutup total. Pun lantai 2  tutup total," ujarnya.

Bahkan area tersebut sudah dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Namun, satu hal yang ia soroti terkait AC untuk di area ruangan untuk dimatikan secara bertahap.

"Penyemprotan setiap hari sudah dilakukan. Semua sterilisasi sudah. Saya tambahkan AC- nya coba dimatikan bertahap. Harapannya agar tidak ada regenerasi dari virus itu," imbuhnya.

Tak hanya itu. Sutiaji juga memastikan semua karyawan yang memberikan pelayanan di area gedung terpisah menggunakan APD (alat pelindung diri) yang lengkap. Antara lain masker, face shield, hingga penggunaan sekat plastik ketika saat melayani nasabah. Sehingga hal itu diharapkan tak memicu kekhawatiran bagi nasabah yang akan bertransaksi ke area BRI Kanwil Malang.

Apalagi, selama ini kucuran dana dari pihak BRI kepada UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) untuk area Malang Raya mencapai Rp 3,5 triliun dalam satu semester atau 6 bulan. Sedangkan se-wilayah kerja BRI Kanwil Malang, kucuran dananya mencapai angka Rp 16,5 triliun.

"Jadi, sudah tidak ada kelas-kelasan lagi bagi semua pengguna jasa BRI ini untuk melakukan aktivitas keuangan. Saya tidak ingin ini berpengaruh kepada masyarakat, tidak memunculkan ketakutan. Jadi, saya pastikan tidak harus ada rasa ketakutan dan sebagainya. Tadi sudah saya cek," ungkap Sutiaji.

Dalam kesempatan itu ia juga berharap kondisi ATM yang berada di kantor BRI Kanwil Malang saat ini bisa menjadi contoh bagi ATM perbankan lain di Kota Malang. Yang mana untuk dibatasi akses pengunjungnya, dengan hanya memberlakukan separuhnya saja.

Kemudian, setiap satu ATM setidaknya harus disediakan hand sanitizer. Namun, hal ini memang cukup menyulitkan karena sebelumnya saat disediakan dalam sehari menghilang.

Dalam hal ini setidaknya, perbankan bisa menyiapkan petugas yang mengawasi pergerakan setiap orang yang akan masuk ke ATM. Petugas ini yang akan melakukan pemeriksaan dengan pengukuran suhu tubuh, dan pemberian hand sanitizer bagi nasabah atau siapapun yang akan menggunakan mesin ATM.

"Kendala memang harapannya setiap ATM ada hand sanitizer karena ketika kita nombol, itu agar tetap steril. Keluhannya, tidak sampai sehari dikasih, hilang. Maka di sini harus ada petugas. Begitu masuk harus pakai hand sanitizer. Keluar juga. Termasuk thermogun. Yang melayani juga pake sarung tangan, face shield, dan masker," tandasnya.

Dari pantauan MalangTIMES, mulai gerbang masuk disambut security dengan perlengkapan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Antara lain pakai masker, face shield, membawa hand sanitizer dan thermo gun untuk pemeriksaan bagi siapa saja yang keluar masuk.

Hal itu juga telah dipastikan oleh Pemimpin BRI Kanwil Malang Prasetya Sayekti bahwa seluruh protokol kesehatan untuk melayani nasabah sudah diterapkan di perbankan BRI. Pihaknya juga juga memastikan karyawan yang memberikan pelayanan kepada nasabah dalam kondisi sehat, utamanya yang bekerja di Kantor Wilayah (Kanwil) BRI. 

"Untuk karyawan, sudah kami lakukan tracing dan swab test sebagai upaya kami meminimalisasi risiko penularan covid-19," paparnya. 

Dengan memaksimalkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 bagi sistem pelayanan, pihaknya berharap segala proses transaksi keuangan di wilayah kerja BRI Malang tidak terganggu.

"Kami memaksimalkan protokol kesehatan untuk memberikan layanan bagi para nasabah. Antrean pun berjarak. Kami betul-betul ingin membantu perekonomian masyarakat," pungkasnya.