Fadli Zon (Foto:  Rakyat Merdeka)
Fadli Zon (Foto: Rakyat Merdeka)

MALANGTIMES - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon ikut menyoroti kasus ABK WNI yang ditemukan meninggal di kapal ikan milik China. Sorotan Fadli Zon itu disampaikannya melalui akun Twitternya.  

Melalui cuitannya, Fadli Zon menyesalkan masih terjadinya dugaan perbudakan di kapal China bagi ABK WNI. "Sampai kapan perbudakan di kapal Cina?" tanya Fadli.  

Baca Juga : Terkini, Tujuh Petinggi BRI Kanwil Malang Positif Covid-19

 

Lebih lanjut, ia merasa heran lantaran tak melihat pemerintah RI yang melakukan protes kepada pihak RRC.  "Tak terdengar protes pemerintah RI pd RRC," tulis Fadli melalui akun @fadlizon Rabu (8/7/2020). 

 

 

Tak ayal cuitan Fadli itu mengundang warganet untuk turut berkomentar.  Hingga kini cuitan tersebut sudah di-retweets dan dikomen lebih dari 300 pengguna dan mendapat like 900 lebih.  

Bahkan ada warganet yang mengatakan jika kasus ini akan terjadi sampai rezim tumbang.  @iskandar__fauzi : "Sampai rezim ini tumbang,Klau rezim ini tak tumbang jangan harap ada protes sama komunis china."

@Resof85 : "Adakah dari kalangan Penguasa saat ini yg benar2 peduli nasib anak bangsanya sendiri yg sering dihina, direndahkan, dijadikan budak oleh bangsa aseng-asing?..  

Apakah Amanat Pembukaan UUD 1945 sdh tidak lg dijalankan sbg bangsa yg Berdaulat,atau kedaulatan itu sdh tercabik."

@Alifkhalid3 : "Karna RAKYAT jelata NKRI jadi budak pemerintahn negri ini,mna bisa kritik cono wong penguasany jga lebih ganas dari nipon."

@silohaja : "YANG WNI di ANIAYA

YANG WNA KOMUNIS CHINA DIKAWAL BAK TAMU KEHORMATAN.."

Di sisi lain ada warganet yang justru menyoroti Fadli yang selalu menggunakan media sosial untuk berpendapat.  @Maes_rei: "Lu koar2 jgn di medsos donk Fadli, apa fungsi lu  sebagai wakil rakyat yg ngawasi pemerintah, kesono arahnya jgn ke medsos biar kami aja yg koar2 di medsos lu koar2 ke perintah sono yahhh."

@dwiki_411 : "Jleeb...Pencitraan doangk kan maksudx."

Baca Juga : Geger Karyawan Positif Covid, Ratusan Orang Dites, BRI Kanwil Malang Tertutup

 

@DidikGani : "Sampai kapan mendatangkan TKA China dihentkani.tak terdengar suara Tuan2 wakil rakyat di.DPR yg katanya mewakili rakyat..."

Sebelumnya diberitakan terdapat dua kapal berbendera China diamankan oleh tim gabungan di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (8/7/2020).  Dua kapal tersebut yakni Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118.  

Jenazah WNI yang diketahui berasal dari Lampung bernama Hasan Afriadi ditemukan di dalam peti pedingin ikan atau frezzer di kapal Lu Huang Yuan Yu 118.  Diduga Hasan meninggal karena dianiaya, dan kini jenazahnya masih dalam penanganan tim dokter untuk dilakukan visum.