Bakal Calon Bupati Malang, Dokter Umar Usman saat disela-sela acara Times Talk di Studio MalangTimes, Rabu (1/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bakal Calon Bupati Malang, Dokter Umar Usman saat disela-sela acara Times Talk di Studio MalangTimes, Rabu (1/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Bakal calon bupati Malang dr Umar Usman mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai Ketua Tanfidziyah dan kepengurusan di PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Malang.

Namun, pihaknya masih menunggu adanya penetapan calon bupati dan wakil bupati oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Marak Disebut Bakal Masuk Kabinet Reshuffle, Refly Harun Sebut Ahok Tak Bisa Jadi Menteri

Umar menuturkan bahwa yang disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Malang KH. Fadhol Hija beberapa waktu lalu adalah benar adanya. Bahwa pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan struktural dan wilayah, jika mencalonkan diri sebagai pejabat publik dan telah ditetapkan sebagai calon, harus mengundurkan diri.

Pernyataan tersebut telah jelas dikatakan dan disebutkan pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU Pasal 51 ayat (4) dan ayat (7). Serta terdapat juga di dalam pedoman organisasi NU pasal 12 yang terdapat sangkut pautnya dengan pasal yang berada di AD/ART.

"Sehingga itu akan kita patuhi yaitu sesuai AD/ART, sesuai peraturan organisasi, sesuai rapat PCNU itu pencalonan akan mundur setelah ditetapkan oleh KPU," ujarnya ketika dikonfirmasi oleh MalangTIMES, Rabu (8/7/2020).

Umar menambahkan bahwa terkait hal tersebut telah dibahas dan dirapatkan di internal kepengurusan PCNU Kabupaten Malang sekitar setahun yang lalu.

"Untuk yang disampaikan arahan Kyai Fadhol Hija, Sudah dibahas setahun yang lalu di dalam rapat PCNU," imbuh pria alumnus Fakultas Kedokteran Unair ini.

Pasalnya, pada tahun ini Kabupaten Malang akan menggelar agenda lima tahunan yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 tersebut nama Umar Usman digadang-gadang akan diusung oleh PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Kabarnya, pada hari Jumat (10/7/2020) mendatang rekomendasi nama dari DPP PKB untuk Umar Usman akan turun.

Umar menyebutkan untuk saat ini dirinya masih termasuk dalam tahapan proses pencalonan yang dalam aturan AD/ART dan Pedoman Organisasi NU proses tersebut tidak termasuk dalam kriteria dalam aturan tersebut.

Baca Juga : PCNU Kabupaten Malang Telah Siapkan Pengganti Jika Umar Usman Mengundurkan Diri

"Dalam rangka sekarang ini masih berupaya mencalonkan diri, apakah oleh KPU diterima atau tidak, ini masih proses dan tentu tidak termasuk didalam kriteria aturan itu," ujar ASN yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang ini.

Pria yang sempat menjadi aktivis mahasiswa di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyalahgunakan posisinya sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Malang untuk kegiatan politik jika nantinya telah ada penetapan oleh KPU.

"Karena ini niatnya mengabdi kepada Nahdlatul Ulama, tentu kita tidak akan menciderai terhadap aturan-aturan itu. Semua demi kemaslahatan umat, kemasyarakatan masyarakat," ungkapnya.

Hingga saat ini, Umar juga menyebutkan bahwa dirinya juga tidak meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Malang meskipun dalam kondisi proses pencalonan di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

"Di dalam pelaksanaan sehari-hari ini kita terus agar program-program NU berjalan lancar," sebutnya.

Sebagai informasi bahwa Kabupaten Malang nantinya akan bersama-sama dengan ratusan daerah lain melaksanakan Pilkada serentak di 270 daerah seluruh Indonesia dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di Indonesia pada tanggal 9 Desember 2020.