Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Kasus positif covid-19 di Kota Malang terus mengalami lonjakan yang tinggi. Dalam sehari kemarin (Senin, 6/7/2020), tercatat ada penambahan sebanyak 21 orang.

Dari penambahan tersebut, sebagian besar karena punya riwayat kontak erat dengan pasien positif. Di antaranya, 12 pasien yang kedapatan tertular lantaran kontak erat ini terbagi di tiga wilayah Kecamatan di Kota Malang. Yakni, wilayah Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, dan Sukun.

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan hal tersebut bukan didasari karena klaster keluarga, tetapi karena kontak erat dengan salah satu pasien konform positif covid-19.

"Jadi, kasus yang ini sama, masih terkait dengan konform positif covid-19 yang sebelumnya. Bukan klaster keluarga," ujarnya saat di temui di Balai Kota Malang, Selasa (7/7/2020).

Sedangkan tiga pasien lainnya tercatat sebelumnya sebagai PDP (pasien dalam pengawasan). Lalu, 6 lainnya merupakan kasus baru.

Dengan penambahan tersebut, kini total kasus positif covid-19 di Kota Malang mencapai angka 278. Pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 70. Sedangkan yang meninggal dunia tercatat ada 23 orang. Sisanya masih dalam tahap perawatan.

Meski begitu, dari peningkatan jumlah kasus tersebut, belum ada pasien yang dievakuasi di rumah isolasi yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang berada di gedung eks IPDN di Jl Kawi.

Menurut Husnul, pemindahan pasien masih harus menunggu rekomendasi dari petugas kesehatan di puskesmas yang menanungi. "Untuk yang kemarin masih menunggu rekomendasi teman puskesmas karena yang menilai mereka (pasien) siapa yang kira-kira diprioritaskan untuk masuk di safe house (rumah isolasi)," imbuhnya.

Salah satu kategori pasien yang harus dipindahkan ke rumah isolasi itu karena kondisi rumah yang bersangkutan tak memenuhi persyaratan sebagai rumah sehat yang layak.  "Kategorinya, yang kelihatan tidak tertib atau tidak disiplin. Lalu dari kondisi rumah, atau mungkin juga dari jumlah anggota keluarga yang berada di rumah itu sendiri," ungkapnya.