Petugas Kesehatan dari Dinkes Kota Malang saat melakukan rapid test kepada seorang warga. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Petugas Kesehatan dari Dinkes Kota Malang saat melakukan rapid test kepada seorang warga. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Peran tenaga kesehatan (nakes) mulai dari dokter, perawat, hingga paramedis lainnya menjadi garda terdepan dalam penganan Covid-19. Sejak awal pandemi, pemerintah pusat telah menetapkan adanya insentif bagi para nakes.

Meski demikian, hingga saat ini nakes belum semuanya menerima insentif tersebut termasuk di Kota Malang. Padahal, kinerja mereka yang tak pernah berhenti untuk mengupayakan kesembuhan pasien di masa pandemi Covid-19 sudah sepatutnya mendapat apresiasi.

Baca Juga : Covid-19 Infeksi 248 Warga, Wali Kota Malang Gusar dan Prihatin

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sendiri telah menyiapkan insentif bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 tersebut. Besaran nilai untuk para nakes tersebut juga telah ditentukan. 

Hanya saja, untuk pencairannya masih harus menunggu keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Sudah kita ajukan," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Ia menyebut, jumlah insentif bagi nakes yang menangani Covid-19 disesuaikan dengan kebutuhan dari per masing-masing bidang. Paling tinggi senilai Rp 15 juta akan diberikan kepada dokter spesialis.

Kemudian untuk tenaga medis seperti perawat dan bidan nilainya Rp 7,5 juta dan paramedis penunjang lainnya sekitar Rp 6,5 juta.

"Jumlah tersebut berlaku per orang, per bulan. Itu sesuai dengan kebutuhannya nanti," imbuhnya.

Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni menyatakan pencairan anggaran insentif bagi nakes telah dalam proses menunggu persetujuan. Yang pasti, insentif nakes yang telah diajukan kepada Kemenkes untuk bulan Maret, April, hingga Mei 2020.

Baca Juga : 5 Tahun, Kota Batu Raih Wajar Tanpa Pengecualian Berturut-Turut

"Mekanismenya itu kita sampaikan kepada Kementerian Kesehatan, usulan. Nanti di sana ada verifikasi, disetujui, baru nanti dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan atau dari APBD Kota Malang," terangnya.

Jumlah dari insentif masing-masing nakes tersebut dikatakannya sesuai dengan aturan yang ada di Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes). Yaitu berdasarkan pada masing-masing penanganan kasus Covid-19 yang ditangani oleh petugas medis itu sendiri.

"Sesuai dengan Permenkes, ada yang dokter di rumah sakit, ada yang di Puskesmas ada yg di Dinas Kesehatan, semua ada kriterianya. Penyalurannya itu kita masih menuggu Kementerian Kesehatan, kalau usulan sudah kita sampaikan untuk bulan Maret, April, Mei. Mekanismenya itu, ada persetujuan baru bisa dijalankan," pungkasnya.