Salah satu wisata yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Salah satu wisata yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang hanya bisa berharap agar status pandemi covid-19 segera berakhir. Bahkan, jika saat memasuki bulan Agustus mendatang tidak ada tanda-tanda potensi wisata di Kabupaten Malang kembali dibuka,  OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dikepalai oleh Made Arya Wedanthara ini memprediksi pendapatan sektor wisata bakal berkurang hingga 70 persen. 

”Kalau sampai Agustus belum dibuka kami mungkin akan bicara dengan DPRD. Kita akan pertimbangkan lagi untuk target pendapatan daerah di sektor wisata,” kata Made. 

Baca Juga : Turun 50 Persen, Penghasilan Wisata Tahun Ini Diprediksi Hanya Dapat Rp 17,5 Miliar

Seperti yang sudah diberitakan, total pajak daerah dari sektor wisata yang juga turut meliputi pajak hotel, restoran, hingga hiburan jika di total setiap tahunnya bisa menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga Rp 35 miliar. 

Namun, lantaran tahun ini terjadi pandemi covid-19 membuat target pendapatan wisata tahun 2020 terpaksa mengalami penyesuaian. 

Dijelaskan Made, dari target yang semula mencapai Rp 35 miliar tersebut mengalami penyusutan menjadi Rp 17,5 miliar atau 50 persen dari target semula. 

”Sementara ini dipatok 50 persen, tapi jika bulan Agustus potensi wisata belum kembali beroperasi kemungkinan targetnya hanya terpenuhi sekitar 30 sampai 40 persen,” ucap Made. 

Sebagai informasi, sampai saat ini geliat potensi wisata di Kabupaten Malang memang masih minim. Dengan adanya status pandemi dan jumlah pasien yang terus meningkat, membuat penggiat wisata di Kabupaten Malang tidak berani mengoprasikan objek wisata yang mereka kelola. e

Hingga berita ini ditulis terpantau hanya ada 2 objek wisata yang dibuka sebagai percontohan. Kedua objek wisata tersebut adalah Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep. 

Baca Juga : Wisata Bromo Bakal Segera Dibuka dalam Waktu Dekat, Tapi ....

”Tutup buku tahun ini kan hanya menyisakan 6 bulan, itupun belum tentu mereka (penggiat wisata) berani membuka wisata. Kemungkinan bukanya baru 3 bulan menjelang akhir tahun, makanya kami belum bisa memastikan target penghasilan wisata dapat terealisasi sekitar 50 persennya,” ucap Made. 

Jika benar geliat potensi wisata kembali dibuka sejak Agustus, Made memprediksi pendapatan wisata bakal berada pada posisi puncak pada bulan Desember. 

”Kalau memang Agustus itu baru dibuka, otomatis geliat PAD baru berlangsung selama 5 bulan, Agustus hingga Desember. Harapannya status pandemi bisa segera berakhir, sehingga pendapatan paling bagus yang biasanya terjadi pada bulan Desember bisa memenuhi target pendapatan wisata,” tutup Made.