Aplikasi E-Pasar (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Aplikasi E-Pasar (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Layanan pasar tradisional semakin lengkap dengan adanya aplikasi baru bernama E-Pasar. Aplikasi ini memudahkan masyarakat Kota Malang, khususnya yang ingin berbelanja di pasar tradisional kendati enggan keluar rumah.

Selain memudahkan konsumen yang ingin berbelanja secara online, adanya sistem ataupun aplikasi ini juga mendukung anjuran protokol kesehatan oleh pemerintah, di mana harus physical distancing.

Baca Juga : Sebanyak 3200 Pedagang Pasar Besar Kota Batu Bakal Boyongan

"Jawabannya satu dengan sistem online. Menghindari adanya satu kerumunan dalam pasar, dengan berkurangnya kerumunan itu, tentu berpengaruh dalam penyebaran Covid-19," jelas Edy Wahyono, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Malang, Sabtu (4/7/2020).

Untuk itu, saat ini, pihaknya terus menggandeng para member atau pedagang untuk mendaftar dalam aplikasi E-Pasar. Meskipun aplikasi ini bukanlah yang pertama, namun dalam jalannya, aplikasi ini saling melengkapi akan kekurangan pada aplikasi lainnya.

"Ini kan masih soft launching, sementara masih di Pasar Oro-Oro Dowo dulu, saat ini di sini sudah 25 pedagang yang sudah bisa transaksi. Masih akan kita sempurnakan lagi. Para pedagang juga terus kita edukasi," jelasnya.

Mengenai teknisnya, tentunya ini akan sangat mudah. Tinggal masuk dalam aplikasi kemudian mendaftarkan diri sebagai member, yang juga bisa menjual produk, konsumen bisa memilih komoditi yang mereka cari pada pasar tradisional di Kota Malang.

"Tinggal pilih lapaknya mana, mau beli apa, dipilih kemudian pembayaran melalui saldo, dan akan segera diantar ke rumah. Pengiriman juga diupayakan cepat, apalagi untuk radius yang dicover kurir sejauh 2 kilometer," terangnya.

Untuk kedepannya, saat ini masih terus diupayakan lagi pengembangan aplikasi tersebut. Mekanisme pembayaran juga akan dikembangkan dengan pembayaran uang elektronik.

"Entah nanti Go Pay, Ovo atau yang lainnya, ya inginnya nanti bisa membuat sistem Malang Pay," bebernya.

Baca Juga : Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu Tetap Jalan, Akhir 2020 Relokasi Pedagang

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Yusita Pusparini menambahkan, jika dengan adanya aplikasi yang mendukung dalam program pemerintah mengenai protokol kesehatan, tentunya sangat disambut baik.

"Ini menambah pilihan masyarakat dalam berbelanja tanpa harus keluar rumah. Sebelumnya memang sudah dari Grab, Gojek, Pasar Rakyat, yang memang sudah aktif," bebernya.

Dalam hal sosialisasi, pihak dari dinas tidak melakukan sosialisasi langsung kepada satu operator atau platform. Sosialisasi dilakukan secara umum, terkait kondisi saat ini disarankan untuk pembayaran non tunai, karena uang salah satu fasilitator penyebaran virus Covid-19.

"Jadi nggak satu-satu operator (aplikasi) kita menyosialisasikan. Masing-masing kan punya cara yang berbeda-beda," pungkasnya.