Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC saat berada dalam acara Times Talk di Studio MalangTimes, Jumat (3/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC saat berada dalam acara Times Talk di Studio MalangTimes, Jumat (3/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang dengan wilayahnya yang luas serta berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sangat membutuhkan seorang pemimpin yang memahami ekonomi dan tata kelola manajemen pemerintahan. 

Hal ini pula yang diungkap oleh calon Bupati Malang dari jalur independen Heri Cahyono yang juga penggerak Malang Jejeg.

Baca Juga : Tiga Kriteria Golkar dalam Menentukan Calon Wakil Bupati yang Akan Dampingi Siadi 

 

Sam HC, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dengan segala potensi yang ada, Kabupaten Malang dapat mengalahkan PAD Kabupaten/Kota lain di sekitarnya. Sayangnya, hingga kini PAD Kabupaten Malang masih belum mampu menyaingi daerah lain. 

"Ini harus diselesaikan dengan menaikkan PAD kita. Batu itu (PAD) 1 lebih triliun. Kabupaten Malang 700-an miliar. Batu dia hanya punya industri wisata. Kabupaten Malang punya pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan. Mau sekolah bisa, mau buat jaran kepang, pencak silat masih turah (sisa). Ada perikanan, ada laut dan sebagainya," jelas Sam HC dalam sesi Times Talk di Studio MalangTimes, Jumat (3/7/2020). 

Dengan segala macam potensi tersebut, Kabupaten Malang harus memiliki seorang pemimpin yang memiliki tingkat pengetahuan ekonomi mumpuni agar dapat memanfaatkan peluang yang tersedia di Kabupaten Malang.

"Siapapun calon bupati harus mengerti ekonomi," tegasnya. 

Hal ini menjadi pengingat bagi semua bakal calon bupati agar juga fokus pada sektor perekonomian. Karena sektor ini juga menjangkau semua potensi yang ada di Kabupaten Malang. Potensi yang menurut Sam HC belum bisa dihitung secara riil saat ini. 

"Kalau riilnya saya belum ngitung. Tapi nanti tiga tahun pertama akan terjadi perubahan, step by step. Satu tahun pertama engine government. Tanpa manajemen kita nggak bisa apa-apa. Jadi akan ada big data ala Kabupaten Malang," ujarnya. 

Big data ala Kabupaten Malang tersebut akan membuat pengawasan dan perawatan menjadi sangat baik dan terukur. Dengan adanya big data akan meminimalisir angka-angka yang hanya dihitung secara perkiraan tanpa adanya hitungan pasti. 

“Jadi calon bupati, siapapun itu nanti harus ngerti ekonomi,” tegasnya lagi.

Baca Juga : Golkar Yakin 4 Partai di Parlemen Sangat Mungkin Diajak Berkoalisi di Pilkada Malang 2020 

 

Disinggung mengenai Malang Jejeg hanya untuk pemecah atau pemegang suara partai politik, Sam HC mengklaim bahwa jika dirinya maju sebagai bakal calon bupati melalui partai politik pasti sejak dahulu akan jadi.

"Saya kalau kemarin nyalonkan lewat parpol, Insya Allah mulai kemarin-kemarin udah jadi. Aku punya uang soalnya. Punya uang langsung, namaku juga cukup bagus di sana," ujarnya. 

Tetapi hal itu tidak dilakukannya, karena Sam HC sendiri telah mengatakan akan berkomitmen untuk memperbaiki sistem yang dianggapnya sampai sekarang masih belum benar dan banyak aspek-aspek yang harus segera dilakukan pembenaran. 

Lebih lanjut, Sam HC menegaskan, bahwa seluruh komitmen dan janji-janji dari Malang Jejeg akan ditulis dan bertanda tangan di atas materai. Sehingga masyarakat jika nantinya sampai Sam HC abai atau lalai, rakyat dapat menagih janji-janji itu. 

Tidak lupa dirinya juga mengajak calon bupati yang lain agar melakukan tindakan yang sama untuk menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

"Seluruh janjinya Malang Jejeg bertandatangan di atas materai. Ayo calon bupati lainnya bikin surat bertandatangan di atas materai, supaya rakyat menang. Kita pelayan mereka, kita digaji mereka," pungkasnya.