Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Instagram Diskominfo Kabupaten Malang)
Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Instagram Diskominfo Kabupaten Malang)

MALANGTIMES - Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang terus bertambah. Hingga Jumat (3/7/2020) sore, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang tembus diangka 234 kasus.

Lebih rinci, Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz, menjelaskan jika dari data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, per pukul 15.26 WIB ada 234 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Membludak, Rumah Sakit Rujukan di Kota Malang Overload?

”Jika dibandingkan dengan data kemarin (Kamis 2/7/2020) jumlah terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang mengalami peningkatan 11 kasus,” kata Aniswaty.

Dijelaskan olehnya, penambahan 11 kasus tersebut, 3 diantaranya merupakan pasien yang berasal dari Kecamatan Tumpang. Kemudian pasien yang berasal dari Kecamatan Singosari, Pakis, Lawang, masing-masing bertambah 2 kasus. Sedangkan sisanya yakni dari Kecamatan Kepanjen dan Pakisaji masing-masing 1 kasus.

”Dari 234 kasus itu, 75 pasien diantaranya sudah dinyatakan sembuh,” sambung Aniswaty.

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh pada hari ini (Jumat 3/7/2020) mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan data sehari sebelumnya. Soalnya, pada hari Kamis (2/7/2020) jumlah pasien yang sembuh tercatat hanya 73 orang.

”Sebanyak 2 pasien yang dinyatakan sembuh itu berasal dari Kecamatan Pakisaji dan Wagir,” terangnya.

Bergeser ke jumlah pasien yang dinyatakan meninggal dunia, lanjutnya, hingga sore tadi (Jumat 3/7/2020) jumlahnya masih sama dengan hari sebelumnya, yakni 22 orang.

Baca Juga : Sepekan Terakhir Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Kota Malang Terus Bertambah

”Sedangkan sisanya masih menjalani perawatan, yaitu sebanyak 137 orang pasien (yang masih ditangani tim medis. Red),” ujar Aniswaty.

Sebagai informasi, sejumlah 137 pasien yang masih mendapat penanganan medis itu 56 diantaranya dirujuk ke rumah sakit, 45 orang menjalani isolasi mandiri, dan sisanya yakni 36 pasien dirawat di gedung observasi.