Tim tenaga kesehatan saat melakukan rapid test kepada warga di Desa Mojorejo beberapa saat lalu (Foto: istimewa)
Tim tenaga kesehatan saat melakukan rapid test kepada warga di Desa Mojorejo beberapa saat lalu (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Tim tenaga kesehatan langsung melakukan rapid test terhadap warga di Desa Mojorejo dan Desa Beji Kecamatan Junrejo. Rapid test itu dilakukan kepada mereka yang diduga memiliki kontak ke pasien konfirm positif Covid-19 C-59 warga Desa Beji dan C-62 warga Desa Mojorejo. 

“Dalam rangka untuk pencegahan dan pendeteksi awal, juga telah dilakukan rapid test di Desa Beji dan Desa Mojorejo,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M. Chori.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Membludak, Rumah Sakit Rujukan di Kota Malang Overload?

Ia menambahkan, rapid test itu dilakukan terutama bagi seluruh warga yang ada kontak erat kasus pasien konfirm C-59. Seluruhnya ada 14 orang yang di-rapid test.

“Setelah ditest dan hasilnya 7 orang dinyatakan reaktif. Bagi yang hasilnya dinyatakan reaktif sudah diambil swabnya, namun hasilnya masih belum keluar,” ungkapnya. 

Kemudian pada Rabu (1/7/2020) terdapat tambahan 1 pasien C-62 laki-laki, usia 62 tahun warga Desa Mojorejo. Masuk RS UMM sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) 17 Juni dan meninggal tanggal 23 Juni. 

Pasien tersebut memiliki komorbid diabetes melitus. Selain itu pasien ada riwayat kontak yaitu satu meja acara khitanan pada 6 juni 2020 dengan pasien C-61 yang juga meninggal dunia.

“Sebagai tindak lanjut dari kejadian ini telah dilakukan rapid test sebanyak 22 orang dan hasilnya 9 dinyatakan reaktif,” terang mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Baca Juga : Sepekan Terakhir Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Kota Malang Terus Bertambah

Bagi mereka yang didapati memiliki hasil rapid testnya reaktif, langsung dilakukan swab test. Namun hasilnya masih belum keluar.

Chori pun memberikan imbauan terkait kejadian tersebut, agar kepada seluruh masyarakat saat menggelar setiap kegiatan terutama yang mengundang banyak orang, termasuk hajatan agar semua peserta atau para tamu yang datang tetap memperhatikan protokol kesehatan demi keamanan bersama.