Titor bersama pohon pisang di samping rumahnya yang berbuah tak seperti umumnya pisang. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Titor bersama pohon pisang di samping rumahnya yang berbuah tak seperti umumnya pisang. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Titor Sunaryo (38) dan ayahnya, Masrukan (64), warga Jalan Kresno, RT 5 RW 1, Gang Petruk, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tak menyangka pohon pisang yang ditanam di pekarangan samping rumahnya memiliki keunikan tersendiri.

Bibit pohon pisang  tersebut awalnya dia dapatkan dari Blitar. Kini pohon itu tumbuh dan berbuah dengan tandan pisang yang panjangnya mencapai dua meteran. Dengan panjang tandan pisang itu, buah pisang yang tumbuh mencapai hingga ratusan buah.

Baca Juga : Kota Malang Bertambah Lagi 6 Kasus Positif Covid-19, Salah Satunya Meninggal Dunia

 

Diceritakan Titor Sunaryo, awalnya pohon pisang tersebut ditanam oleh ayahnya. Bibit pohon diambil dari rumah saudaranya di Blitar. Saat diambil di Blitar, pohon pisang tersebut belum sampai berbuah panjang seperti pohon pisang yang ada dirumahnya.

"Diambil setahun yang lalu. Pas ngambil, bibitnya di rumah saudara buahnya normal. Sehingga kami nggak menyangka seperti ini, apakah memang karakternya seperti ini atau gimana, kami nggak tahu. Tapi ada juga yang bilang ini pisang rojosewu sehingga bisa saja karakternya seperti ini," bebernya (3/7/2020).

Selama dalam  pertumbuhan, pohon pisang tersebut tak diberi perawatan khusus. Perawatan hanya dilakukan sewajarnya dengan disiram air tanpa diberi pupuk atau yang lainnya.

"Nggak ada perawatan khusus, baik pupuk atau yang lain. Jadi, biasa saja. Menanam pisang juga baru sekali ini di halaman rumah," ungkapnya.

Karena pertumbuhan buah pisang terus bertambah panjang dan berat buah semakin bertambah, akhirnya Titor dan ayahnya menyangga pohon pisang tersebut dengan tangga. Tujuannya untuk mengantisipasi pohon roboh.

Mengenai viralnya pohon pisang d rrumahnya, Titor mengatakan sebenarnya sudah mulai sejak Lebaran. Saat lebaran, pohon tersebut sudah banyak dilihat tetangga. Namun tetangga masih belum terlalu memperhatikan.

"Dari ibu-ibu kan punya WhatsApp, akhirnya menyebar. Bahkan dari kelurahan juga ke sini. Mulai viral  kurang lebih semingguan," ungkapnya.

Baca Juga : Satpol PP Kabupaten Malang Bersihkan 47 Reklame Tak Berizin

 

Setelah pohon pisang itu semakin menjadi buah bibir masyarakat, hal itu pun membuat kediaman Titor saat ini ramai dikunjungi oleh warga yang merasa penasaran.

"Setiap hari ada warga yang ke sini mau foto selfie. Saya berikan kursi biar enak selfienya. Ini juga dipasangi lampu hias sama Bapak supaya kelihatan bagus saat dibuat selfie pas sore atau malam," katanya.

Ke depan, kendati buah pisang tersebut telah matang sempurna, Titor masih belum akan menebang pohon tersebut. Pohon tersebut masih akan dipelihara hingga memang benar-benar mati. Ia juga mempersilakan jika nantinya buah telah matang, masyarakat yang ingin mencicipi bisa memetiknya.