Ilustrasi Bendera Partai Golkar. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Bendera Partai Golkar. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Tensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang semakin terasa hangat seiring munculnya berbagai macam spekulasi terkait Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang yang siap untuk nenandingi petahana di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Kesiapan itu tampak dari salah satu partai senior yang ada di Indonesia, yakni Partai Golongan Karya atau biasa disebut Golkar. DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Kabupaten Malang yang telah mengumumkan sejak Bulan Maret terkait surat keputusan rekomendasi sementara dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Golkar membuat partai-partai lain mulai memanasi mesin politik masing-masing. 

Dalam surat keputusan rekomendasi sementara tersebut dinyatakan bahwa Partai Golkar akan mengusung Bakal Calon Bupati Malang yakni Siadi yang bergandengan dengan Bakal Calon Wakil Bupati Martiyani Setyaningsih atau yang akrab disapa Tyas Sujud Pribadi (Istri Mantan Bupati Malang).

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang yang juga kader Partai Golkar, Miskat mengungkapkan bahwa Partai Golkar dalam menentukan calon yang akan berkontestasi dalam Pilkada harus memenuhi tiga kriteria yang telah ditentukan oleh Partai Golkar. 

"Siapapun yang akan diusung pastinya tidak lepas dari beberapa hal yang saya sebutkan di atas itu, jadi popularitas, elektabilitas dan kapabilitas," ujarnya ketika dihubungi oleh media ini, Rabu (1/7/2020). 

Miskat menyebutkan terkait pemilihan Bakal Calon Wakil Bupati yang mendampingi Siadi merupakan sosok calon yang dapat saling memberikan penguatan. Maka dari itu kriteria populer ini menjadi kriteria pertama yang harus dimiliki oleh sosok tersebut. Karena jika populer, mempermudah dalam menyosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Malang.

Miskat selaku perwakilan dari Partai Golkar menuturkan, bahwa ketiga kriteria yang telah menjadi persyaratan utama tersebut telah dimiliki oleh Tyas Sujud Pribadi yang diklaim memiliki nilai tertinggi dari pada para Calon Wakil Bupati lainnya yang akan mendampingi Siadi. 

"Popularitas beliau sebagai mantan istri bupati menurut saya tidak diragukan lagi. Begitu disebutkan siapa wakil N-2 nya Pak Siadi, oh Tyas Sujud Pribadi pasti masyarakat Kabupaten Malang sudah pada tidak asing lagi," terangnya. 

Sedangkan untuk kriteria dalam hal elektabilitas, Miskat pun mengatakan bahwa elektabilitas Tyas Sujud Pribadi ini memiliki nilai tinggi di atas rata-rata sejak mendampingi Bupati Sujud Pribadi selama dua periode.

"Kedua elektabilitasnya Bu Tyas ini sangat bagus, sangat tinggi. Karena Pak Sujud dua periode memimpin Kabupaten Malang insya Allah meninggalkan kesan yang sangat baik di hati masyarakat. Kepemimpinan Bu Tyas menggerakkan PKK Kabupaten Malang di era itu cukup luar biasa dan tidak ada masalah apa pun," jelasnya. 

Sedangkan untuk kriteria dalam hal kapabilitas, Miskat menyebutkan bahwa Tyas Sujud Pribadi masih memiliki nilai tertinggi dengan banyak pertimbangan dan penilaian terkait saling memberikan penguatan dan kemampuan yang berimbang antara Siadi dan Tyas.

"Artinya memiliki kemampuan, bukan hanya kemampuan visi misi, teknis tetapi juga kemampuan non-teknis ini ada pada beliau. Bu Tyas ini rapotnya, gradenya, ratingnya menurut kami paling tinggi," tandasnya. 

Dikatakan oleh Miskat, komunikasi politik juga telah terjalin cukup intens antara Siadi dengan Tyas terkait debutnya di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Meskipun belum terdapat legal formal yang menyatakan secara resmi mengusung Siadi - Tyas ke permukaan pertarungan Pilkada Malang 2020, Miskat berharap nantinya partai koalisi yang bergabung akan turut sepakat dengan nama Siadi bergandengan dengan Tyas Sujud Pribadi karena pertimbangan popularitas, elektabilitas dan kapabilitas.