Potongan gambar komunikasi korban dengan oknum penipu (Ist)
Potongan gambar komunikasi korban dengan oknum penipu (Ist)

MALANGTIMES - Kalian para konsumen yang biasanya membeli barang secara online, harus hati-hati. Kehati-hatian itu khususnya pada akun-akun media sosial online shop, seperti halnya di Instagram. Meskipun sebuah akun Instagram memiliki ribuan pengikut, namun bukan jaminan akun online shop tersebut jujur.

Kasus tertipunya konsumen lantaran terkecoh dengan jumlah follower akun online shop yang berjumlah ribuan, dialami oleh Dewi Firdian (39), warga Jalan Bantaran Indah Blok C nomer 32, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga : Sudah Kunci Stang ke Kanan, dengan Cepat Maling Bawa Kabur Motor

Bermula saat korban ingin membeli piyama. Kemudian korban berniat untuk membeli secara online, dan mencoba melihat Instagram. Ketika terdapat sebuah akun @lshoopputry_collection dengan foto baju-baju piyama yang menarik, korban lantas tertarik untuk membeli.

Terlebih lagi dengan jumlah followers yang mencapai ribuan, atau tepatnya sekitar 11 ribu, hal itu semakin membuat korban yakin. Ditambah lagi saat itu, harga promo yang ditawarkan cukup terjangkau.

"Di situ ada paket-paket yang ditawarkan. Salah satunya adalah paket 7 potong seharga Rp 200 ribu, yang uangnya langsung ditransfer korban," jelasnya.

Setelah itu, korban dan oknum penipu kemudian melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp. Pelaku kemudian mengirimkan sebuah nomor rekening kepada korban, agar segera mentransfer uang pembelian.

"Pelaku waktu itu ngakunya dari Solo. Terus waktu dilacak sama temen di komunitas, katanya posisi titik ip pelaku di Kediri. Bahkan juga sempat mengirim KTP, entah asli atau tidak kurang tau. Tapi alamat yang diberikan ke saya sama di KTP beda," jelasnya.

Karena dalam komunikasi pelaku terlihat sangat meyakinkan jika merupakan toko asli, akhirnya korban tanpa curiga langsung saja mentransfer uang Rp 200 ribu nomor rekening yang diberikan oleh korban.

Baca Juga : Dibidik Kejari, Salah Satu BUMD di Kota Malang Diduga Rugikan Pemkot

"Pelaku menjanjikan barang akan terkirim dua hingga tiga hari. Tapi sudah empat hari barangnya nggak sampai. Saya hubungi Instagram dan WhatsApp saya diblokir," bebernya.

Pasca kejadian tersebut, korban lantas memposting apa yang ia alami ke media sosial. Postingan korban ternyata juga mendapatkan tanggapan dari banyak netizen. Banyak yang mengaku jika mereka juga pernah menjadi korban penipuan dengan modus tersebut.

Dan ketika coba ditelusuri lebih jauh, akun Instagram tersebut memang terlihat meyakinkan dengan foto-foto piyama. Di situ juga disertai dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Namun terdapat hal yang sedikit janggal. Riwayat perubahan nama akun tersebut, ketika ditelusuri telah berubah sebanyak 42 kali.