Kepala Dinsos-P3AP2KB Penny Indriani (Hendra Saputra)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Penny Indriani (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang tetap melakukan penyuluhan tentang keluarga berencana (KB) untuk masyarakat. Tujuannya agar angka kehamilan tidak naik signifikan.

Apalagi, dalam masa pandemi covid-19 ini, banyak kegiatan masyarakat dilakukan di rumah. Sebab, pemerintah menerapkan aturan untuk berada di rumah agar tidak tertular wabah covid-19.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Bicara Soal KB di Masa Pandemi, Simak Ini

"Kami harap angka kehamilan tidak naik karena sebelumnya kami juga rutin melakukan pelatihan tentang KB," ujar Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani.

Sebelumnya, Dinsos-P3AP2KB sudah melakukan penyuluhan tentang KB kepada masyarakat baik secara masal atau door to door. Namun di masa pandemi covid-19 ini, penyuluhan KB difokuskan door to door melalui petugas yang ada di kelurahan.

"Kami juga punya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Walaupun sosialisasi, tidak boleh dari 10 orang. Tidak boleh banyak-banyak. Lalu untuk yang door to door, kami memberi penyuluhan melalui selebaran," ungkap Penny.

Secara efektivitas, PLKB sudah berjalan dengan baik. Bahkan tiga bulan terakhir sejak Maret 2020 lalu, angka kehamilan di Kota Malang malah tercatat mengalami penurunan.

Baca Juga : Kuota Penerima Bansos di Kota Malang Masih Tersisa 9.495 KK

Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, hingga Mei 2020, angka kehamilan berjumlah 9.724 orang. "Efektivitas penyuluh KB juga bagus karena turun langsung ke masyarakat melalui kelurahan," kata Penny.