Menteri Kesehatan Terawan Agus (Foto:  Warta Ekonomi)
Menteri Kesehatan Terawan Agus (Foto: Warta Ekonomi)

MALANGTIMES - Kementerian Kesehatan menjadi salah satu kementerian yang mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo.  Diketahui, Jokowi mengungkapkan amarahnya terhadap para menterinya karena dianggap tidak maksimal dalam bekerja.  

Tak ayal video marah-marah Jokowi itu menjadi viral di media sosial.  Setelah menerima kritikan Jokowi, kinerja Menteri Kesehatan Terawan Agus pun terungkap.  Kinerja Terawan Agus dibeberkan oleh anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Dauly.  

Baca Juga : Wali Kota Surabaya Bantah Pernyataan Jokowi dan Menkes, Terkait Masker dan Kurangnya Medis

Saleh mengatakan alasan Terawan menjadikan Covid-19 sebagai penyebab rendahnya realisasi anggaran bidang kesehatan tidak bisa diterima.  Kendati demikian. Saleh mengatakan jika dirinya sangat mengapresiasi peringatan keras dari Jokowi.  

"Itu menjadi perhatian komisi sembilan, dalam dua kali rapat terkahir ini menjadi perbincangan hangat di komisi, ujar Saleh.  

Saleh juga mengatakan, dalam paparan Terawan di rapat, tingkat penyerapan sudah berada di posisi 47 persen.  

Masih 53 persen lagi yang belum terserap.  Diketahui dari anggaran tersebut justru yang terbesar untuk BPJS Kesehatan.  "Artinya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Kemenkes," papar Saleh.  

Baca Juga : Curhatan Khofifah ke Jokowi Soal Kasus Covid-19 di Jatim yang Terus Meningkat

Tak hanya itu saja, Saleh juga mengatakan pihaknya juga menerima laporan mengenai insentif tenaga medis yang menangani covid-19 belum dibayarkan secara keseluruhan.

Lalu alasan Terawan yang menyebut jika rendahnya penyerapan karena adanya Covid-19 tak bisa bisa diterima yakni karena Covid-19 ini tak jelas sampai kapan akan berkahir.