Ilustrasi karantina di rumah. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi karantina di rumah. (Foto: Shutterstock)

MALANGTIMES - Kegiatan karantina di rumah yang dilakukan sebagian besar masyarakat dalam waktu lama dengan tujuan menurunkan risiko infeksi covid-19 ternyata juga dapat menimbulkan masalah baru berupa penurunan aktivitas fisik.

"Karena hal ini dapat berakibat penambahan berat badan, penurunan imunitas dan berkurangnya kekuatan otot tubuh yang dapat membawa progresivitas komplikasi penyakit kronik," ujar Dokter Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) dr Gita Sekar Prihanti MPdKed.

Baca Juga : Beri Support, Wali Kota Malang Sutiaji Kunjungi Remaja Terkonfirmasi Positif Covid-19

Untuk menghindari masalah-masalah itu, Gita menganjurkan masyarakat melakukan olahraga sederhana di rumah saja untuk menjaga kebugaran tubuh.

"Lakukanlah aktivitas fisik di rumah secara bertahap dan rutin dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu," jelasnya.

Aktivitas fisik ini kata Dokter Gita juga merupakan salah satu cara manajemen stres. Sebab stres dapat muncul baik karena karantina di rumah, perawatan di rumah sakit, social distancing, faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kecemasan terinfeksi covid-19 dan masih banyak stressor lainnya.

"Stres yang dialami dan proses karantina panjang di rumah dapat mengakibatkan perubahan pola makan, baik dari segi jumlah, jadwal dan jenis makanan. Oleh karena itu manajemen stress yang konstruktif sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas," timpalnya.

Manajemen stres ini juga dapat dilakukan dengan berusaha berpikir positif. Kata dia, manusia juga butuh nutrisi untuk pikiran (mind). Selain itu, masyarakat juga perlu untuk menyaring informasi yang bermanfaat dan valid.

"Karena sekali pikiran negatif dibiarkan masuk, maka akan terjadi 'banjir bandang' yang akan menimbulkan kecemasan, kesedihan, dan stres sehingga dapat menurunkan imunitas, dan pada akhirnya risiko gangguan kesehatan makin meningkat," paparnya.

Baca Juga : Selain Klaster Keluarga, Kasus Baru Juga Jadi Sebab Lonjakan Covid-19 di Kota Malang

Selain menjaga kondisi tubuh dan pikiran (body and mind), di masa pandemi ini kita juga harus memberi nutrisi jiwa (soul) untuk meningkatkan imunitas. Kata dia, jiwa adalah bagian terbesar dari manusia karena mempengaruhi pikiran and tubuh. Jiwa manusia perlu diberi nutrisi melalui terapi spiritual.

"Istilah yang menarik untuk pendekatan agama untuk meningkatkan imunitas ini disebut juga 'qur’anic immunity'," imbuhnya.

Rasa syukur di setiap langkah kehidupan juga perlu dikedepankan sebagai salah satu upaya meningkatkan imunitas.

"Pendekatan agama ini juga merupakan salah satu manajemen stres yang konstruktif sehingga dapat meningkatkan imunitas yang dibutuhkan terutama ketika menghadapi pandemi Covid-19," tandasnya.