Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sosialisasi penanganan pencegahan Covid-19 di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun Kota Malang, Minggu (28/6) (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sosialisasi penanganan pencegahan Covid-19 di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun Kota Malang, Minggu (28/6) (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Kebijakan penerapan masa menuju New Normal atau adaptasi tatanan baru di tengah pandemi Covid-19 nampaknya tak begitu mudah.

Di Kota Malang, di masa transisi menuju New Normal saat ini masih banyak ditemui adanya masyarakat yang abai dengan konsep penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat beraktivitas.

Hal ini menjadikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu disiplin, sebagai langkah memutus penyebaran penularan kasus Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko terjun langsung mengunjungi kawasan di RW 07 Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun hari ini (Minggu, 28/6/2020) guna menyosialisikan secara langsung kepada warga di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Sutiaji memberikan pemahaman kepada warga pentingnya penggunaan masker, menjaga jarak atau physical distancing, dan selalu mencuci tangan pakai sabun ataupun penggunaan hand sanitizer.

"Saya mengingatkan agar masyarakat terus menggunakan masker jika keluar dari rumah, 60 persen dari penggunaan masker ini akan lebih efektif menghindarkan kita dari terpaparnya virus corona," ujarnya.

Di samping itu, masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk selalu kompak dan bahu membahu membantu siapapun yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini.

Terlebih, saat ini di kawasan ini juga disediakan hasil swadaya masyarakat dengan Pasar Sedekah. "Pasar Sedekah ini harus diupayakan terus sehingga kehadirannya dapat selalu konsisten, demi membantu tetangganya yang sedang kesulitan," imbuhnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Aji ini juga berpesan pada warga agar dapat memfilter berita-berita yang masuk. Sehingga, tak sembarangan dalam menerima segala informasi yang simpang siur terutama berkaitan dengan persoalan Covid-19 di Kota Malang.

"Kita harus bisa memilih dan memilah berita karena saat ini banyak sekali berita hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, hal itu tentu sangat merugikan kita semua," tandasnya.

Sementara itu, Ketua RW 07, Anam Ismawanto mengatakan kehadiran dari Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang hari ini diharapkan menjadikan motivasi bagi warga di wilayahnya untuk terus berinovasi.

"Ini akan menjadikan motivasi tersendiri bagi warga untuk terus berinovasi dan gotong royong dalam menekan penyebaran Covid-19," ungkapnya.