Ilustrasi bahan-bahan untuk pemasangan susuk. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi bahan-bahan untuk pemasangan susuk. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Polres Malang menyikapi viralnya video dukun susuk dengan salah satu korban berstatus mahasiswi.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnaryo Andaru Rahutomo mengatakan, terkait kasus tersebut, hingga kini masih belum terdapat laporan masuk secara resmi ke Polres Malang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. 

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi masuk ke kami. Jadi, saya tidak bisa memberikan tanggapan banyak," ujarnya. 

"Jadi, tidak bisa langsung menetapkan mbah tersebut (Ki Bayu Rekso) sebagai tersangka atas dugaan pencabulan. Tetapi kami harus menerima laporan secara resmi dulu dan akan ditindaklanjuti," sambung Andaru. 

Jika ada laporan kasus itu, polisi akan mengumpulkan alat-alat bukti. Nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tentunya kepada korban terkait kebenaran atas pengakuan yang diutarakan Ki Bayu Rekso dalam video yang diunggah di akun YouTube Gus Idris Official tersebut.

"Setelah adanya laporan resmi ke Polres Malang, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi-saksi dan korban, baru kami dapat melakukan penetapan tersangka. Saat ini, kami belum bisa menentukan perbuatan tersebut termasuk pelanggaran dalam pasal apa karena tidak adanya laporan resmi terlebih dahulu," ucap mantan kasat reskrim Polres Gresik ini. 

Sebelumnya, diberitakan oleh media online ini, dalam siaran yang dilakukan secara live di akun YouTube Gus Idris Official, terdapat sesosok kakek tua bernama Ki Bayu Rekso (60) yang berprofesi sebagai dukun. Lebih spesifiknya sebagai dukun pemasangan susuk kecantikan, dukun santet, hingga dukun penglaris yang telah aktif sejak 2007 di Malang. Dukun itu tinggal di Pakisaji, Kabupaten Malang.

Tarif untuk menggunakan jasa Ki Bayu Rekso pun bervariasi, mulai harga jutaan, belasan juta, hingga puluhan juta. Tergantung permintaan konsumen menginginkan yang seperti apa. 

Terkait dengan pemasangan susuk kecantikan, ada seorang mahasiswi yang mendatangi Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Ngajum asuhan Gus Idris. Menurut Gus Idris, perempuan bernama Bella  itu pernah menjalani pemasangan susuk kecantikan yang dilakukan Ki Bayu Rekso. 

Karena tarif pemasangan susuk kecantikan kurang, Ki Bayu Rekso meminta Bella membayar dengan tubuhnya. Tindakan Ki Bayu Rekso itulah yang menjadi bahan aduan Bella kepada Gus Idris yang lalu menemui Ki Bayu Rekso.

Saat ditanyai Gus Idris, Ki Bayu Rekso pun membenarkan bahwa memang beberapa bulan lalu ada seorang mahasiswi bernama Bella yang menggunakan jasa pemasangan susuk ke dirinya. Dia  hanya membawa uang Rp 700.000. Padahal, Ki Bayu Rekso meminta tarif  Rp 3.000.000. Karena uang yang dibawa Bella kurang, Ki Bayu Rekso pun meminta sisa pembayaran diganti dengan tubuh mahasiswi tersebut.