Masker vs face shield (Foto:  Times of India)
Masker vs face shield (Foto: Times of India)

MALANGTIMES - Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, masker dan face shield menjadi salah satu kebutuhan yang digunakan masyarakat sehari-hari.  

Terlebih dalam menghadapi penerapan new normal saat ini.  

Baca Juga : Giliran Rumah Dinas Wali Kota Batu Disemprot Disinfektan, Ada Apa?

Masyarakat dianjurkan menggunakan masker atau face shield saat keluar rumah.  

Keduanya diklaim bisa membantu mengurangi penyebaran virus asal Wuhan, China itu.  

Namun di antara masker dan face shield mana yang sebenarnya lebih efektif untuk cegah penyebaran Covid-19?  

Masker dan face shield pada dasarnya memiliki fungsi untuk melindungi wajah dari paparan Covid-19.  

Menurut ahli, N95 menjadi masker disebut paling ampuh untuk mencegah penyebaran Covid-19.

3M Comfort Plus Disposable Filtering Facepiece Respirator, N95 80 ...
masker N95 (Foto:  Fisher Scientific)

Lalu diikuti masker bedah yang direkomendasikan bagi tenaga medis.  

Sedangkan untuk masyarakat umum bisa menggunakan masker yang terbuat dari kain.  

Namun, efektivitas masker kain hingga kini masih dipertanyakan.  

Dilansir melalui Prevention dalam sebuah makalah yang diterbitkan National Academy of Sciences, Engineering, and Medicene dikatakan jika masker kain bisa menangkap tetesan pernapasan yang besar.  

Namun hingga kini tak ada bukti yang menunjukkan jika masker kain membantu mencegah virus Covid-19.  

Studi lain mengatakan jika masker kain hanya bisa digunakan sebagai upaya terakhir untuk mencegah penularan virus.  

Sementara untuk masker bedah memang telah teruji efektivitasnya.  

Bagaimana dengan face shield?  

Face shield adalah lapisan plastik bening berupa tameng yang dipasang di wajah.  

Benda itu akan menutup seluruh area wajah, namun tetap menyisakan beberapa celah yang tetap terbuka.  

Baca Juga : Optimis Jamu Mampu Kuatkan Imun, Warga Kota Malang Diimbau Konsumsi Minuman Herbal

Beberapa ilmuwan mengklaim jika benda ini bisa menjadi perkakas penting untuk alat pelindung diri masyarakat saat ini.  

Dalam artikel JAMA Network menyebutkan jika pelindung wajah bisa membantu mengurangi risiko Covid-19.  

Tentunya dengan dikombinasikan jaga jarak, dan mencuci tangan.  

Medical Face Shield - Face Shields : MCR Medical
Foto: MCR Medical

Face shield bisanya umum digunakan tenaga media di rumah sakit yang digunakan bersamaan dengan masker.  

Dengan menggunakan keduanya disebut bisa memberi perlindungan menyeluruh bagi tenaga medis.

Sayangnya, menurut penelitian pelindung wajah tidak sesempurna yang dipikirkan.  

Penelitian yang menggunakan simulator batuk menemukan jika 4% partikel yang dihasilkan oleh batuk bisa masuk melalui bagian bawah pelindung wajah yang terbuka.  

Hingga kini pun masih belum ada data ilmiah yang mendukung penggunaan face shield tersebut.  

Kendati demikian pendapat lain disampaikan oleh ahli penyakit menular John Hopkins Center, Amesh A Adalja yang berpendapat ada beberapa kelebihan dari face shield.  

Seperti pengguna bisa bernapas lega jika dibandingkan saat menggunakan masker.  

Ia juga mengatakan jika penggunaan face shield ini memiliki potensi lebih efektif daripada masker.

"Orang-orang akan sulit untuk menyentuh wajah mereka saat mengenakan face shield," ujarnya.