Para pedagang pasar yang menjalani rapid test beberapa waktu lalu (doc MalangTIMES)
Para pedagang pasar yang menjalani rapid test beberapa waktu lalu (doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masa transisi new normal di Kota Malang, saat ini diperpanjang tanpa ketentuan batas waktu. Lokasi pasar tradisional saat ini menjadi lokasi yang mendapatkan fokus pengawasan dari aparat penegak hukum.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, menegaskan jika saat ini pasar tradisional menjadi atensi penuh kepolisian.

Baca Juga : DLH Kota Malang Serius Garap Taman Sambut Kemerdekaan Republik Indonesia

Sebab, hasil penelitian dari gubernur, rata-rata sebesar 80 persen mereka yang di pasar belum mematuhi atau melengkapi dirinya dengan alat pelindung diri.

"Pasar menjadi hal yang penting karena kami melihat banyak masyarakat melakukan transaksi keuangan di sana. Tapi banyak yang tidak dilengkapi oleh masker," bebernya, Senin (22/6/2020).

Karenanya, selama 14 hari ke depan, patroli pengawasan dan penegakan kedisiplinan akan dilakukan petugas setiap harinya.  

"Setiap hari dilaksanakan. Perpanjangan setelah hasil koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi dan Forkopimda Malang Raya disepakati 14 hari ke depan, artinya sampai awal Juli penegakan," bebernya.

Dan sebagian dari langkah pendisiplinan, Polresta Malang Kota juga melakukan langkah persuasif, dengan pembagian Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat yang lewat di depan Polresta Malang Kota, Senin (22/6/2020).

Baca Juga : Wujudkan Kota Batu Zona Hijau, Dewanti Kerahkan TNI/Polri di Tempat Umum

Para pengendara yang lewat diberikan APD berupa masker maupun sarung tangan. Jumlah APD yang dibagikan, sebanyak 1250 buah dan merupakan bantuan dari Polri, khususnya Polda Jatim.

"Di sini kami juga minta masyarakat, tokoh agama, maupun media juga bisa mengkampanyekan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.