Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat menjelaskan alasan tidak memberikan Povidone - Iodine kepada pasien Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat menjelaskan alasan tidak memberikan Povidone - Iodine kepada pasien Covid-19

MALANGTIMES - Beberapa hari belakangan ini, warganet dihebohkan dengan hasil studi in vitro Povidone-Iodine yang dianggap mampu meminimalisir berkembangnya virus Covid-19.

Salah satu akun yang memposting soal penelitian tersebut adalah akun instagram infia_fact. Dalam caption postingannya, menyatakan jika beberapa jurnal internasional telah menyarankan pemakaian Povidone - Iodine untuk digunakan bagi tenaga medis dan para pasien Covid-19.

 

Baca Juga : Sah! Setelah Ditinjau Dinkes Provinsi, RS Prima Husada Akhirnya Resmi 'Diistirahatkan' 

 

Caranya adalah dengan cara berkumur gargle selama 30 detik, serta melakukannya setiap 4 jam sekali. 

Sebagai informasi, berkumur secara gargle adalah dengan cara mengocok cairan yang terdapat di pangkal tenggorokan dengan cara menengadahkan kepala ke belakang. Selain itu, saat kumur gargle juga diminta untuk membuka mulut, dan mengeluarkan nafas melalui mulut hingga terdengar suara dari cairan yang ada di dalam mulut tersebut.

 Masih dari penjabaran captionnya, @infia_fact mengklaim jika pihaknya sudah mengkonfirmasi perihal postingannya tersebut. ”Penelitian ini dilakukan oleh Duke NUS (Singapura) secara in vitro untuk produk betadine PVPI 10%, 7.5%, 1% dan 0.45 %. Sebelum pandemi covid-19 Povidone - Iodine ini juga sudah digunakan untuk membersihkan kulit dan kumur gargel saat outbreak mers dan sars,” tulisnya.

 Berawal dari postingan itulah, media online ini akhirnya mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. 

”Memang banyak yang menyampaikan bahwa Povidone - Iodine bisa untuk meredakan (covid-19), tapi tidak untuk diminum. Jadi hanya untuk kumur saja,” ungkap Arbani.

 Masih menurut informasi yang diperoleh Kadinkes Kabupaten Malang, Povidone - Iodine yang terdapat dalam kandungan betadine kumur tersebut, dianggap berfungsi untuk melemahkan virus Covid-19. Alasannya, karena betadine kumur tersebut dapat berperan sebagai antiseptik. 

 

Baca Juga : 27 Daerah Membaik, 11 Berstatus Zona Merah di Jatim 

 

”Betadin yang obat kumur, bukan obat luar yang untuk luka. Itu bisa menjadi antiseptik dalam mulut,” sambung Arbani.

 Apakah bisa menyembuhkan Covid-19?, Arbani mengaku jika Povidone - Iodine yang ada dalam betadine kumur itu hanya bisa melemahkan virus, bukan berfungsi untuk menyembuhkan virus.

”Meluruhkan virus, jadi mencegah berkembang biaknya virus. Bukan untuk menyembuhkan,” terangnya.

 Meski mengaku mendapat informasi soal manfaatnya, namun Arbani mengaskan, jika sampai saat ini pihaknya belum mencoba memberikan betadine kumur tersebut kepada pasien atau petugas medis yang menangani Covid-19.

 ”Di Kabupaten Malang belum kita coba. Karena saya belum tahu hasil webbinarnya (istilah dari web-seminar). Sebenarnya beberapa kali memang ada webbinar, tapi kami belum mengikuti. Jadi kami belum pernah mencoba (Povidone - Iodine untuk pasien covid-19),” pungkasnya.