Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Nurhasyim di sela-sela agenda Kampung Tangguh Desa Slorok, Sabtu (13/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Nurhasyim di sela-sela agenda Kampung Tangguh Desa Slorok, Sabtu (13/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjalankan program bantuan untuk masyarakat yang terdampak akibat covid-19. Wujudnya berupa bantuan sosial tunai (BST) dengan nominal Rp 600.000.

Terkait bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Sosial telah melakukan penyaluran BST kepada masyaraka. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Nurhasyim mengatakan bahwa Kabupaten Malang yang awalnya mendapat kuota BST sebanyak 59.000 KK (kepala keluarga) saat ini menerima tambahan kuota hingga total 100.000 KK.

"BST ini sudah. BST yang semula 59.000 diberi tambahan oleh Pak Menteri jadi 100.000 KK," ujarnya,  Minggu (14/6/2020). 

Nurhasyim juga mengatakan,  total kuota 100.000 KK tersebut akan di-breakdown ke bawah untuk disalurkan kepada 250 KK di masing-masing desa. Terkhusus akan diberikan kepada desa yang belum tersaluri BST. 

Terkait data yang sempat mengalami data ganda, Nurhasyim memang tidak menampik bahwa terdapat di beberapa desa mengalami kekacauan terkait pendataan tiap KK.  "Jadi, di data itu memang ada yang meninggal, ada yang pindah alamat, ada yang ganda, karena mungkin usulan seperti itu. Sehingga sekarang data diperbaiki semua oleh teman-teman dari desa dan kelurahan. Itu data betul-betul valid," jelasnya. 

Terkait pemberian kuota 250 KK kepada desa-desa yang belum tersaluri BST atau mendapatkan kuota BST yang timpang dengan desa lain, Nurhasyim menyatakan akan dilakukan pemetaan yang jelas untuk mendapatkan data yang valid.  Jika masyarakat tersebut sudah dalam indikator sebagai masyarakat kaya atau mampu, nama KK-nya akan dihapus dari daftar penerima BST. 

"Sementara ini ada sekitar 7.000 (data yang diganti). Tapi ini semua tergantung Pak Kepala Desa lagi. Kami kembalikan ke kepala desa. Jadi, data yang lama dianggap diperbaharui lagi oleh kepala desa. Jadi, bukan tidak berlaku, tetapi diperbaharui," ucapnya. 

Sebagai informasi, keluarga penerima BST tersebut semula dari Kemensos RI mendapatkan bantuan sejumlah Rp 600.000.  Tetapi menurut informasi terbaru yang dikatakan Nurhasyim, bantuan tersebut mulai Juni menjadi Rp 300.000 per bulan hingga Desember.