Jadi Pusat Episentrum Covid-19, 30 Tenaga Kesehatan Mabes TNI Diterjunkan ke Surabaya

Jun 06, 2020 17:19
Proses serah terima bantuan
Proses serah terima bantuan

MALANGTIMES - Mengikuti Instruksi Presiden Joko Widodo, Mabes TNI memberikan perhatian khusus terhadap Kota Surabaya. Karena Surabaya menjadi episentrum baru Covid-19 dengan adanya 2.880 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Perhatian itu diwujudkan dalam pemberian alat kesehatan dan 30 tenaga medis, Sabtu (6/6/2020) oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II.

Baca Juga : Terkendala Anggaran, Salah Satu Alasan Rapid Test Massal Urung Dilakukan di Kota Malang

Bantuan diserahkan langsung oleh Pangkogabwilhan II Marsekal Muda Imran Baidirus kepada Pangdam V Brawijaya Mayjen Widodo Irsyansyah dengan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Mako Kodam V/Brawijaya.

Dalam sambutannya, Imran Baidirus menyampaikan tim medis yang diperbantukan dari berbagai satuan TNI.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi. Intinya adalah tindak lanjut dan berkontribusi untuk ikut menekan perkembangan Covid-19 di Jatim, khususnya di Surabaya. Episentrumnya ada di Surabaya," ucapnya.

Imran menjelaskan kedatangan kembali ke Surabaya adalah ingin merealisasikan hasil koordinasi yang dibutuhkan. "Ada sekitar 30 tenaga medis. Terdiri dari 10 dokter, 5 dokter umum dan 5  dokter paru, penyakit dalam dan anastesi. Juga ada 20 perawat yang nantinya akan diarahkan oleh Kodam V/Brawijaya," terangnya.

Selain tenaga kesehatan, alat kesehatan juga diberikan. Terdiri dari digital termometer 300 buah, masker 4 ribu box, kacamata 3 ribu unit, baju APD 3 ribu buah dan ada juga alat rapid test 3 ribu pieces.

"Ini saya serahkan kepada Pangdam untuk tindak lanjut penggunaan dan juga gugus tugas yang nantinya akan digunakan oleh Jatim khususnya di Pemkot Surabaya. Nanti pangdam yang akan mengatur mekanisme di lapangan," lanjutnya.

Imran menambahkan, butuh sinergitas untuk mengatasi atau menekan angka Covid-19. "Dan juga kesadaran kita bersama, disiplin komponen masyarakat. Ini yang akan menjadi komponen efektif untuk menekan angka pertumbuhan pandemi di Jatim," imbuh jenderal bintang dua ini.

Baca Juga : Sebelum Masuk, Santri di Kabupaten Malang Diminta Lengkapi Surat Sehat

Sementara itu dalam sambutannya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya. "Saya menyebut ini ibarat seperti lailatul qodar. Bantuan luar biasa kepada kami," ujarnya.

Menurut dia pihaknya sering mendapat suport alkes tapi suport tenaga kesehatan belum pernah. "Tenaga medis, tenaga paramedis, ada dokter anastesi, penyakit dalam, paru juga ada tenaga paramedis dan perawat semua. Mudahan ini menjadi yang luar biasa untuk menyemangati kita semua mempercepat berikan layanan pasien covid di Jatim," ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini Khofifah berharap agar mereka yang terpapar covid ada semangat dan imunitasnya meningkat.

"Karena mereka tahu bahwa Pangkogabwilhan tak hanya hadir membawa alkes tapi juga membawa tenaga kesehatan. Ini akan menjadi kekuatan luar biasa bagi kami. Ada beberapa yang butuhkan support selain rumah sakit," imbuh gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Topik
Berita SurabayaCovid 19Covid 19 surabayaPresiden Joko WidodoPositif Covid 19KhofifahWakil Gubernur Jawa Timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru