Menko PMK Muhadjir Effendy (bertopi batik ungu) saat melakukan kunjungan ke Kampung Tangguh Semeru RW 05, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (3/6).(Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Menko PMK Muhadjir Effendy (bertopi batik ungu) saat melakukan kunjungan ke Kampung Tangguh Semeru RW 05, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (3/6).(Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kelonggaran beraktivitas di kawasan umum seperti area pusat perbelanjaan, wisata, restoran pada masa New Normal atau tatanan baru di tengah pandemi Covid-19 tak serta merta berlaku di dunia pendidikan. Untuk membuka kembali aktivitas di sekolah masih ada beberapa pertimbangan yang diambil oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan tahun ajaran baru bagi siswa-siswi sekolah memang tetap diberlakukan pada pertengah Juli 2020 mendatang.

Namun, untuk membuka area sekolah masih akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi masa pandemi Covid-19 ini berlangsung.

"Kalau tahun ajaran baru kemungkinan tidak ada perubahan. Pertengahan Juli sudah tahun ajaran baru. Tetapi untuk membuka sekolah itu masih kita lihat situasinya," ujarnya, di sela meninjau kawasan Kampung Tangguh Semeru RW 05, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (3/6/2020).

Ia menyebut, ada kemungkinan pembukaan sektor pendidikan bakal dimulai pada akhir tahun 2020 mendatang atau bisa juga pada awal tahun 2021 tergantung dengan kondisi di lapangan.

"Kemungkinan akhir tahun atau awal tahun (pembukaan sekolah menyongsong New Normal)," imbuhnya.

Sehingga untuk pelaksanaan semester baru atau tahun ajaran baru bagi siswa sekolah masih tetap akan diberlakukan secara daring di rumah saja. Hal itu berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

"Iya (secara online), terutama wilayah-wilayah yang masih berkategori merah itu ya online. Tidak ada jaminan di manapun daerahnya (terhindar Covid-19)," tandasnya.