Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam webinar UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam webinar UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat ini, Surabaya tak lagi masuk zona merah, melainkan disebut zona hitam. Padahal, kalau diperhatikan, yang sebenarnya adalah warna merah tua.

Berdasarkan situs infocovid19.jatimprov.go.id per 2 Juni 2020 pada pukul 19.04 WIB, terdapat 2.748 kasus positif di Kota Surabaya. Dalam situs tersebut disebutkan juga sejumlah 3.083 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 3.771 orang dalam pemantauan (ODP).

Baca Juga : Sempat Dipulangkan Pemkot Surabaya, Lima Warga Tegalsari Ternyata Positif Covid-19

Saat ini, kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kasus positif Surabaya bahkan lebih dari dua kali lipat Jakarta Timur dan Jawa Tengah. "Bahkan, Surabaya saja satu kota, itu lebih dua kali lipat dari Jawa Tengah," ucapnya.

Hal ini disampaikannya dalam webinar "Persiapan Mental Menuju New Normal Life" yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) melalui aplikasi Zoom, Rabu (3/6/2020). Untuk itu, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Malang untuk waspada.

"Kebetulan di Surabaya ini tinggi sekali. Surabaya ini cuma satu jam dari Malang, langsung terkoneksi oleh tol. Pada posisi seperti ini, kehati-hatian Malang Raya untuk menjaga dan mengawal yang sementara ini sudah berjalan sangat baik itu justru harus dipagari lebih baik lagi, disemangati masyarakatnya," ungkapnya.

Khofifah mewanti-wanti agar jangan sampai Malang Raya seperti Seoul. Ibu kota Korea Selatan ini kembali menutup negaranya karena dihantam oleh banyaknya kasus baru yang diduga akibat pelonggaran lockdown. Padahal, sebelumnya ia sudah berhasil mengendalikan lonjakan wabah dan hampir dua bulan melandai.

"Tentu belajar dari pengalaman Seoul, pasti kita akan melakukan kewaspadaan, kehati-hatian, dan pendisiplinan yang jauh lebih ketat," ucapnya.

Baca Juga : New Normal, Perusahaan di Kota Malang Diimbau Tetap Pekerjakan Karyawan di Rumah

Dalam hal ini, peran perguruan tinggi juga sangat penting untuk melindungi Malang. "Tentu proses pengampuan dari UIN Maliki berseiring dengan yang dilakukan UB dan berbagai perguruan tinggi lain menjadi sangat penting," pungkasnya.