Menko PMK Muhadjir Effendy (bertopi) (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).
Menko PMK Muhadjir Effendy (bertopi) (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Mahasiswa gaduh mencari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim hingga trending twitter kemarin (Selasa, 2/6/2020).

Mahasiswa yang dipelopori Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menyampaikan seruan tuntutan melalui #MendikbudDicariMahasiswa.

Salah satu tuntutannya, berkaitan dengan relakasasi biaya kuliah yang mereka sebut UKT (Uang Kuliah Tunggal) di masa pandemi Covid-19.

Di sisi lain, situasi pembelajaran jarak jauh juga masih menjadi persoalan mahasiswa di beberapa daerah.

Dalam kunjungannya ke Kota Malang, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy enggan menanggapi hal tersebut.

Ia menyebut hal itu ranah dari Mendikbud sendiri. Meskipun, pada dasarnya Kemendikbud masuk di bawah koordinatornya.

"Itu urusannya Mendikbud (tuntutan mahasiswa tentang relaksasi UKT)," ujarnya dalam kunjungan ke Kampung Tangguh Semeru RW 05 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Rabu (3/5/2020).

Menurutnya, jika berkaitan dengan persoalan teknis perkuliahan ataupun lainnya perihal pendidikan memang langsung menjadi ranah dari Mendikbud sendiri. "Itu sudah teknis, saya kan koordinator," jelasnya.

Namun, pada dasarnya Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menilai apapun yang menjadi keputusan dari Kemendikbud berkaitan dengan persoalan tersebut telah melalui pertimbangan.

"Saya kira apa yang akan diambil oleh Kemendikbud pasti juga sudah dipertimbangkan dengan matang," tandasnya.