Dendi Santoso (kanan) saat bercerita kepada El Kepet (screenshot YouTube El Kepet)
Dendi Santoso (kanan) saat bercerita kepada El Kepet (screenshot YouTube El Kepet)

MALANGTIMES - Pemain senior Arema FC Dendi Santoso nampaknya memiliki histori yang cukup menarik, yakni mulai memilih sekolah yang gampang mendapatkan izin, naik pesawat pertama kali hingga ketahuan pelatih saat tidak izin keluar dari kamar hotel.

Cerita masa lalu memang menarik jika diulas. Apalagi yang diceritakan adalah pemain profesional dan memiliki cerita yang lucu.

Baca Juga : Kangen Latihan Bersama, Pemain Arema FC Bikin Challenge Lewat Story Instagram

 

Hal itulah yang sempat dialami oleh Dendi Santoso dimana perjalanan karir mulai dari pemain sekolah sepak bola hingga masuk dalam Akademi Arema.

Dan yang lebih penting waktu itu, adalah di mana Dendi Santoso memilih sekolah yang gampang untuk izin tidak masuk karena alasan kepentingan sepak bola. Hal itu diungkapkan suami dari Vivi Santoso itu dalam chanel YouTube El Kepet.

"Kalau dispensasi ada, saya memang waktu itu lebih condong ke sepakbola. Jadi saya ke sekolah itu ya masuk, karena sering dispensasi itu. SMKnya Kamdol di (Jalan) Galunggung itu, mungkin karena cari yang gampang ijinnya," ujar Dendi.

Diakui Dendi, sekolahnya dulu juga termasuk yang membantunya untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Padahal jurusannya ketika sekolah menengah akhir itu adalah bubut perkakas.

"Sekolah-sekolah ini juga ikut membantu karir pemain, apalagi wali kelas saya dulu enak sekali, saya dulu jurusan bubut perkakas," katanya.

Selain sekolah, Dendi juga menceritakan tentang masa lalu ketika bermain di Arema U-17. Hal itu menurutnya adalah yang paling berkesan saat memulai kariernya sebagai pemain  semi profesional.

"Ada dua momen dan dua-duanya ini momen menurut saya sangat berkesan buat saya yang pertama itu pada saat kita lawan Persib Bandung Junior di Madiun U-17, pada saat itu kelahiran pelatih saya Alm Setyo Budiarto ulang tahun. Pada saat itu sebenarnya kita sudah menang 3-1, saya itu cetak 2 gol. Tapi terakhir kita down, kita sampai kalah 4-3 kalau tidak salah, mungkin karena kita sudah terlalu enjoy, dengan cepat mereka gol dan itu yang membuat almarhum itu sampai ruang ganti nangis," kenang Dendi.

Pada akhirnya, dua pertandingan selanjutnya Arema U-17 harus memenangkan pertandingan dan Dendi Santoso dkk berhasil lolos. "Karena itu tadi momen yang benar-benar di hari itu, akhirnya kita kalah. Dan kurang 2 kali pertandingan kita harus poin penuh. Itu Alhamdulillah lolos," imbuhnya.

Momen kedua yakni pada saat Dendi Santoso dkk masuk final meminta naik pesawat, alasan mereka dari beberapa pertandingan Piala Soeratin itu hanya kalah satu kali melawan Persib.

Baca Juga : Jebolan Persema Punya Target Jalani Musim Kedua di Liga 1 Bersama Arema FC

 

"Itu kita minta naik pesawat, akhirnya deal karena mumpung final. Itu pertama kali saya naik pesawat, menakutkan di perut rasanya kayak mau lepas," katanya.

Namun pengalaman pertama kali naik pesawat itu tidak bisa diabadikan Dendi Santoso, karena pada era tersebut belum tenar handphone di kalangan anak muda. "Apalagi waktu itu kan tidak ada anak yang punya kamera untuk mengabadikan momen di Bandara," ucapnya.

Lebih dari itu, Dendi juga pernah tidak mengindahkan pesan pelatih dimana waktu sehari sebelum final sebenarnya ia dan teman-temannya tidak diperbolehkan untuk keluar kamar karena menjaga kondisi.

Namun karena sikap 'nakal' yang keluar dari para pemain Arema U-17, mereka tetap nekat keluar karena ingin mengetahui bagaimana kehidupan Jakarta meski hanya sebatas membeli sepatu dengan harga murah.

"Dan yang paling berkesan lagi, besok main pelatih itu sudah bilang, nah kalau ke Jakarta itu kan Taman Puring kesitu beli sepatu, Almarhum itu sudah bilang siapa yang ke Taman Puring bakalan di sanksi dan tidak boleh main. Dan itu aku, Enrico, Faris ketahuan ke Taman Puring, akhirnya sampai di kamar pelatih cuma bilang dari mana kalian, wes tidak bisa jawab kita. Dan pelatih bilang apa yang kalian lakukan sekarang saya tidak mau tahu yang penting kalian besuk main harus menang," tutupnya.