Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang Totok Kasianto (memegang mik). (Foto: Ima/MalangTIMES)
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang Totok Kasianto (memegang mik). (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ratusan wali murid yang mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang seketika bubar usai kedatangan dan penjelasan Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menyampaikan bahwa masyarakat bisa dilayani oleh sekolah tujuan masing-masing. Selain itu, Sutiaji mengumumkan bahwa pendaftaran PPDB jalur zonasi diperpanjang.

Baca Juga : Usai BDR, Sektor Pendidikan di Kabupaten Malang Beralih ke Ganjil Genap

"Pendaftaran PPDB zonasi diperpanjang harinya. Jadi, masih ada jeda waktu. Solusi hari ini datang ke sekolah masing-masing. Ada apa pun komplain, langsung ke sekolah masing-masing," ucapnya.

Diminta konfirmasi, Sekretaris Dikbud Kota Malang Totok Kasianto mengiyakan bahwa mulai hari ini masyarakat dapat dilayani di sekolah tujuan masing-masing. Jadi, tidak perlu semua datang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sekarang semua dilayani oleh sekolah masing-masing. Kalau ada kesulitan, kepala sekolah konsultasi dengan panitia kami," ucapnya kepada awak media.

Totok menyatakan, sekolah akan membantu sepenuhnya. Namun, semua tetap ditentukan dengan jarak terdekat sesuai dengan alamat di kartu keluarga (KK).

Sebenarnya, masyarakat yang perlu ke Diisdikbud itu adalah masyarakat yang KK-nya kurang dari satu tahun. Namun, Dikbud menyadari bahwa tidak semua masyarakat bisa teknologi atau ada orang tua yang takut salah. Selain itu, permasalahan-permasalahan lain  pasti ada. Maka dari itu, Totok menegaskan bahwa Disdikbud dan sekolah akan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. "Kami melayani masyarakat sebaik-baiknya," imbuhnya.

Baca Juga : Tonton Tutorial dan Persiapkan Dokumen Ini Sebelum Mendaftar PPDB Jalur Zonasi Kota Malang

Totok juga mengatakan, PPDB zonasi akan diperpanjang hingga  5 Juni 2020. Pendaftaran PPDB pun tetap dilaksanakan secara online.

"Daftarnya tetap online. Datang ke sekolah tujuan manakala masyarakat kesulitan atau mungkin gaptek dan lain-lain," ucapnya. Untuk masyarakat yang sudah telanjur memberikan dokumen ke Disdikbud, tentu berkasnya tetap akan diproses.