Petugas Kepolisian Polsek Pakisaji bersama personil PMI Kabupaten Malang dibantu dengan warga setempat saat mengevakuasi mayat bayi perempuan tersebut, Senin (1/6/2020). (Foto: Polsek Pakisaji for MalangTimes)
Petugas Kepolisian Polsek Pakisaji bersama personil PMI Kabupaten Malang dibantu dengan warga setempat saat mengevakuasi mayat bayi perempuan tersebut, Senin (1/6/2020). (Foto: Polsek Pakisaji for MalangTimes)

MALANGTIMES - Dalam suasana peringatan hari lahir Pancasila, masyarakat Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan sosok mayat bayi perempuan tak berdosa mengambang di Sungai Metro, Senin (1/6/2020) siang. 

Kapolsek Pakisaji AKP Triwik Winarni mengungkapkan bahwa penemuan mayat bayi perempuan yang diduga masih berumur kurang lebih tujuh bulan di Sungai Metro tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB.

"Hari ini Senin (1/6/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, ditemukan mayat bayi perempuan. Umur diperkirakan kurang lebih tujuh bulan, dengan posisi telentang, bertempat di Sungai Metro Dusun Karangsono RT. 57/RW. 11 Desa Kebon Agung, Kecamatan Pakisaji," ungkapnya saat dikonfirmasi pewarta, Senin (1/6/2020). 

Terkait kronologi kejadian penemuan mayat bayi perempuan tersebut Triwik menjelaskan bahwa pertama kali ditemukan oleh seseorang yang mancing di pinggir Sungai Metro dan melihat mayat bayi yang mengambang. 

"Seseorang sedang memancing di Sungai Metro dan melihat mayat bayi yang mengambang dengan posisi telentang. Akhirnya dipinggirkan oleh masyarakat yang menemukan," jelasnya. 

Triwik menambahkan, setelah mayat bayi tersebut dipinggirkan, masyarakat langsung mengabarkan kepada pihak Ketua RT 57 / RW 11 Dusun Karangsono untuk menunjukkan penemuan mayat tersebut. 

"Ketua RT akhirnya melaporkan kejadian penemuan mayat bayi tersebut ke pihak Polsek Pakisaji. Kemudian petugas Kepolisan mendatangi dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama dengan Petugas PMI dan Koramil setempat untuk melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut," imbuhnya. 

Tim yang melakukan evakuasi, terlebih dahulu meletakkan mayat bayi perempuan tersebut di atas daun pisang. Setelah itu mayat di tutup oleh kain putih dan dibungkus, lalu di letakkan ke dalam kardus cokelat. Evakuasi selesai sekitar pukul 11.44 WIB. 

"Selanjutnya mayat bayi perempuan itu dibawa ke RSSA Malang dengan menggunakan ambulans PMI untuk permintaan Visum et Repertum mayat," pungkasnya. 

Untuk motif dugaan sementara ditemukannya sosok mayat bayi perempuan tersebut entah sengaja dibuang atau tidak sengaja hanyut terseret arus, semuanya masih dalam proses penyelidikan oleh jajaran Polsek Pakisaji.