Ali Dia (screenshot YouTube CebolTV)
Ali Dia (screenshot YouTube CebolTV)

MALANGTIMES - Liga Inggris pernah tercoreng 'penipuan' dengan orang yang mengaku sebagai George Weah dan menawari pemain berkualitas untuk Southampton. Ternyata sang pemain tersebut hanya pesepakbola amatir.

Liga Inggris merupakan salah satu kompetisi sepak bola terbaik di dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pemain terbaik yang bermain di kompetisi itu.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid-19, Ketum PSSI Angkat Purnawirawan TNI AD Jadi Staf Khusus

Salah satu pesertanya adalah Southampton yang merupakan salah satu klub sebagai pemasok pemain muda. Beberapa diantaranya adalah Peter Crouch, Theo Walcott hingga Gareth Bale merupakan pemain asli binaan 'The Saint'.

Namun nampaknya belum ada yang mengetahui bahwa Southampton pernah mengorbitkan pemain bernama Ali Dia. Dan tak disangka Ali Dia merupakan penipu terbesar yang masuk dalam sejarah Liga Inggris.

Pada November 1996 silam, manager Southampton saat itu Graeme Souness mengaku menerima telepon dari seorang tak dikenal yang mengaku bernama George Weah dan menawari pemain yang berposisi sebagai penyerang bernama Ali Dia.

Sosok George Weah palsu ini mengatakan bahwa ia mempunyai keponakan bernama Ali Dia dan mengatakan ia pernah bermain bersama di Paris Saint-Germain (PSG).

Dan untuk meyakinkan Souness, Weah mengatakan bahwa Ali Dia baru saja mencetak gol untuk Timnas Senegal dan tampil bersama tim Liga 2 di Jerman.

Saat itu penelepon (Weah palsu) mengatakan bahwa Ali sedang dalam masa bebas transfer dan menanyakan apakah Souness berminat untuk mendatangkannya ke Southampton.

Karena Weah merupakan pemain yang sedang tenar saat itu, akhirnya Souness mengiyakan tawaran dan berharap Ali Dia bisa hadir dalam waktu dekat.

Singkat cerita, Souness menggaet Ali Dia dengan kurun waktu satu bulan, dan fans Southampton sangat senang bahkan mereka menganggap bahwa tim kebanggaannya berhasil mendatangkan permata asing dari Afrika untuk bisa meraih hasil maksimal di Liga Inggris.

Pada Sabtu 23 November 1996, Ali melakukan debut bersama Southampton. Ia menggantikan Matt Le Tissier pada menit 32 karena cedera. Saat itu Ali terlihat canggung saat bermain, dan Souness menyadari bahwa Ali bukanlah pemain yang baik dan menarik kembali Ali pada menit 85.

"Ali bermain tidak seperti pemain sepak bola, ia hanya bermain selama 53 menit," kata Souness waktu itu.

Secara total, Ali bermain di Southampton selama 14 hari. Dan kemudian diputus kontraknya dengan alasan cedera panjang. Banyak yang menyangka itu adalah alasan untuk menutupi bahwa yang didatangkan itu adalah pesepakbola amatir.

Pemain yang pernah digantikan oleh Ali Dia, Matt Le Tissier pun mengomentari apa yang sudah terjadi pada tim yang pernah dibelanya satu dekade lebih itu.

Baca Juga : ePremier League Invitational Masuk Babak Final, Lihat Siapa Yang Main

"Saya tidak pernah menyaksikan hal semacam itu selama 16 tahun berkarir sebagai pemain Southampton, ia seperti ayam tanpa kepala. Tapi yang paling lucu adalah ia berlari dimana daerah yang tidak ada bola, saya rasa ia mencoba menghindarinya," ungkap Le Tissier.

"Saya rasa jika ia tidak menyentuh bola, maka tidak akan seorangpun yang melihat seberapa buruk dirinya," imbuhnya.

Setelah debutnya itu, surat kabar Inggris mulai mencari dari mana asal dari Ali Dia. "Bagaimana bisa Southampton menemukan pemain ini dan mengapa George Weah mengatakan terlalu tinggi tentang pemain ini," kabar yang saat itu sedang panas-panasnya.

Kebenaran akhirnya terungkap, George Weah akhirnya menuturkan bahwa dirinya sekalipun tidak pernah menghubungkan Souness dan tidak kenal siapa Ali Dia.

Surat kabar Inggris pun juga menyatakan bahwa Ali Dia adalah pesepakbola di level paling rendah. Ia pernah bermain di Liga Amatir Jerman, dan pada tahun 1996 Ali terbang ke Inggris untuk memperbaiki nasibnya dengan trial di Port Vale, Gillingham dan Bournemouth namun gagal.

Akhirnya ia sempat dikontrak Blyth Spartans, tapi kontraknya ini bukan profesional melainkan kontrak amatir lantaran klub tersebut tergabung pada level ketujuh hirarki kompetisi Liga Inggris.

Dan karena permainan yang buruk akhirnya Ali Dia tidak bisa memperpanjang karir sebagai pesepakbola, tapi Ali berhasil lulus pada study dan menjadi pebisnis.

Tercatat, Ali Dia memiliki anak bernama Ousmane Simon Dia yang merupakan pesepakbola yang pernah bermain di Liga Super Qatar.