Dandim 0833, Letkol Tommy Anderson dan juga Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata saat memantau lokais restoran di pusat perbelanjaan yang mulai buka hari ini (Ist)
Dandim 0833, Letkol Tommy Anderson dan juga Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata saat memantau lokais restoran di pusat perbelanjaan yang mulai buka hari ini (Ist)

MALANGTIMES - Hari ini (1/6/2020), merupakan hari pertama bukanya pusat perbelanjaan di Kota Malang. Lokasi-lokasi usaha ataupun tenant telah banyak yang buka pada hari pertama diperbolehkannya pusat perbelanjaan buka.

Berkaitan pembukaan hari pertama tersebut, dari pantauan petugas, masih banyak tenant di pusat perbelanjaan yang dipadati pengunjung dan belum mengindahkan protokol kesehatan. Tenant tersebut khususnya tenant makanan ataupun restoran di dalam mal.

Baca Juga : Cegah Euforia Warga Saat New Normal, 3308 Personel Bakal Dikerahkan di Malang Raya

Karenanya, Komandan Kodim (Dandim) 0833, Letkol Tommy Anderson menegaskan, agar para pelaku usaha, khususnya restoran atau rumah makan  bisa melakukan pembatasan kapasitas pengunjung di tempat atau lokasi usahanya.

"Lokasi usaha restoran ataupun rumah makan, harus membatasi kapasitasnya. Ok boleh buka, boleh makan tapi kapasitasnya 50 persen dari hari biasanya," jelas Tommy usai melakukan sidak di pusat perbelanjaan Kota Malang, Malang Town Square dan Transmart (1/6/2020).

Lanjutnya, selain untuk usaha restoran maupun rumah makan, tenant lainnya yang berpotensi memiliki atau memicu antrian juga diharapkan untuk bisa memiliki skema agar tidak terdapat antrian. Hal itu bisa disiasati mengatur antrian dengan memberikan space agar tidak melanggar protokol kesehatan.

"Untuk tenant yang memiliki kecenderungan untuk orang mengantri juga harus disiapkan sarprasnya, bagaimana caranya, entah memberikan space atau jarak agar tetap soscial distancing dan tidak melanggar protokol kesehatan," tambahnya.

Namun ditegaskannya, meskipun upaya-upaya tersebut telah dilakukan, kembali lagi jika tidak terdapat kesadaran dari seluruh elemen masyarakat, maka upaya-upaya tersebut akan percuma.

"Semuanya itu tidak akan ada artinya kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat, essensinya itu. Kita hanya mengingatkan pada masa new normal ini, menjadikan protokol kesehatan bagian dari kehidupan masyarakat," bebernya.

Sementara itu, nantinya personel gabungan TNI Polri akan ditempatkan pada pusat perbelanjaan. Jumlah personel menyesuaikan dengan jumlah akses point yang ada pada pusat perbelanjaan.

"Disiagakan personelnya mulai hari ini, makanya tadi kita cek dulu dengan Pak Kapolres, bahwa memang hari ini buka. Nanti akan kita tempatkan personel di lokasi-lokasi akses ke mal," jelas Tommy.

Baca Juga : Diapresiasi, Pasar Oro-Oro Dowo Jadi Percontohan Penerapan Protokol Covid-19 di Jatim

Selain itu, petugas nantinya juga akan melakukan patroli di dalam pusat perbelanjaan untuk memantau para pengunjung mal yang tidak mematuhi aturan dan protokol kesehatan.

"Tadi kenyataannya juga ada orang yang masuk tanpa menggunakan masker. Ada yang pakai masker tapi begitu di dalam maskernya diturunkan, jadi kan percuma," terangnya.

Terakhir, pihaknya mengimbau, agar masyarakat tidak terlalu berlebihan bereuforia pada masa new normal ini. Pihaknya meminta untuk masyarakat agar tetap waspada dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

"Pesan dari kami, masyarakat juga jangan terlalu bereuforia dengan masa new normal ini. Masyarakat harus tetap waspada dan hati-hati serta menjaga protokol kesehatan. Prioritaskan keluar rumah hanya untuk hal yang mendesak dan penting," pungkasnya.