Warga yang melakukan senam pagi tetap menjaga jarak. (Anggara Sudiongko /MalangTIMES)
Warga yang melakukan senam pagi tetap menjaga jarak. (Anggara Sudiongko /MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masa transisi dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Malang ke new normal mulai berjalan. Banyak masyarakat melakukan euforia dengan kegiatan positif tapi tetap menjalankan protokol kesehatan.

Itu pula yang dilakukan warga RT 3 Perum Permata Jingga, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu pagi ini (31/5/2020). Sekitar 40 warga melakukan senam pagi sembari  berjemur untuk menangkal covid-19.

Baca Juga : Siap Masuk New Normal, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Masyarakat tentang Hal Berikut

Para warga tampak begitu antusias menyambut datangnya new normal. Mereka terlihat bersemangat melakukan senam yang menggerakkan seluruh otot pada tubuh dibarengi iringan musik santai.

Ketua RT 3 Perum Permata Jingga Yoga Adinata mengatakan, meskipun PSBB telah berahkir (30/5/2020), bukan lantas membuat masyarakat bebas merdeka dari ancaman covid-19.

Beralih ke new normal, masyarakat harus jauh lebih waspada untuk antisipasi dan melakukan pencegahan dari penularan covid-19. Caranya antara lain dengan melakukan senam pagi dan berjemur.

"Siap-siap kita masuk new normal, namun dengan cara berbeda. Bukan normal seperti biasanya. Kita tetap lakukan protokol kesehatan," ucap Yoga.

Sementara, anggota Satgas Covid 19 Permata Jingga Dr Sifa Mustika menambahkan, kewaspadaan pada masa new normal tetap dibutuhkan. Sebab, dalam masa tersebut, masih terdapat populasi yang rentan untuk tertular covid-19.

Populasi tersebut yakni mereka yang berusia lanjut di atas 60 tahun, para anak-anak, maupun mereka yang mengidap penyakit bawaan. "Untuk anak-anak, meskipun imun mereka masih bagus, tapi tetap rentan. Termasuk juga orang yang sebelumnya sudah sakit, seperti jantung maupun penyakit komplikasi," jelas Sifa.

Baca Juga : Tren Penularan Isolasi Mandiri Jadi Perhatian, Pemkot Malang Maksimalkan Rumah Karantina

Karena itu, Sifa  juga menganjurkan masyarakat tetap menjaga jarak maupun menjalankan protokol kesehatan, baik rajin mencuci tangan, memakai masker, maupun menjaga jarak (physical distancing).

"Kalau pakai masker medis, setelah penggunaan empat jam lebih, sebaiknya ganti. Kemudian pakai sarung tangan juga harus rutin untuk dicuci. Jika jarang dicuci, tentu itu justru rentan untuk menularkan virus," kata Sifa.