Ilustrasi new normal life. (Foto:  Langgam.id)
Ilustrasi new normal life. (Foto: Langgam.id)

MALANGTIMES - Pemerintah  siap menerapkan new normal di tengah pandemi covid-19.  Ada 102 wilayah di Indonesia  yang nantinya akan siap menerapkan new normal.  

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan ada beberapa alasan yang membuat pemerintah berani menerapkan new normal. Di antaranya, indikator kesehatan masyarakat seperti data kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Sesuai dengan rekomendasi WHO, kami menggunakan pendekatan atau kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan,” ujar Wiku.  

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan 11 indikator yang mendasari pemerintah untuk melakukan new normal. Indikator tersebut dipakai untuk melihat penurunan jumlah kasus selama dua minggu sejak puncak terakhirnya dengan target lebih dari 50 persen untuk setiap wilayah.  

Berdasarkan dari itu, Gugus Tugas Covid-19 menghasilkan sebanyak 102 wilayah yang dinyatakan aman sehingga dikelompokkan dalam zona hijau.  Nantinya 102 wilayah itu akan diberi wewenang untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif.  

Dari 102 wilayah itu, di Aceh ada 14 kabupaten/kota, Sumatera Utara 15 kabupaten/kota, Kepulauan Riau 3 kabupaten, Riau 2 Kabupaten, Jambi 1 kabupaten, Bengkulu 1 kabupaten, Sumatera Selatan 4 kabupaten/kota, Bangka Belitung 1 kabupaten, dan Lampung 2 kabupaten. 

Lalu di Jawa Tengah 1 kota, Kalimantan Timur 1 kabupaten, Kalimantan Tengah 1 kabupaten, Sulawesi Utara 2 kabupaten, Gorontalo 1 kabupaten, Sulawesi Tengah 3 kabupaten, Sulawesi Barat 1 kabupaten, Sulawesi Selatan 1 kabupaten, Sulawesi Tenggara 5 kabupaten/kota. 

Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur ada 14 kabupaten/kota, Maluku Utara 2 kabupaten, Maluku 5 kabupaten/kota, Papua 17 kabupaten/kota, dan Papua Barat 5 kabupaten/kota.