Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (Foto: Facebook)
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (Foto: Facebook)

MALANGTIMES - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis anjuran terbaru mengenai kegiatan belajar anak-anak di masa pandemi Covid-19.  

Menurut IDAI jumlah anak-anak di Indonesia yang menjadi pasien Covid-19 kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) semakin meningkat.  

IDAI mencatat sebanyak 3.324 anak berstatus PDP dan 129 di antaranya meninggal dunia. 

Sedangkan 584 anak positif Covid-19 dan 14 anak meninggal dunia.  

Dari jumlah itulah, IDAI mengusulkan agar pemerintah membuat kebijakan the new normal yang bisa melindungi anak-anak agar tidak terkena Covid-19.  

Yakni dengan cara anak-anak masih tetap melakukan sekolah atau belajar di rumah meski new normal sudah mulai berlaku.  

Usulan itu dirilis IDAI pada Sabtu (30/5/2020) melalui laman Facebook resminya.  

Terdapat delapan gambar yang diunggah di akun Facebook IDAI tersebut.  

"Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganggap perlu memberikan anjuran," tulis IDAI di salah satu gambar yang diunggahnya.  

 

Gambar mungkin berisi: teks
Fecebook: IDAI



Seperti diketahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menegaskan jika bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada 13 Juli 2020.  

Terdapat lima poin anjuran mengenai proses belajar mengajar di masa pandemi ini.  

Salah satunya dengan tidak dibukanya sekolah hingga Desember 2020.  

Berikut lima poin anjuran dari IDAI dilansir melalui akun Facebook IDAI:  

1. IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar. 

2. IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  

3. Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.  

4. Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI mengimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi. 

5. Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.