Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (pegang mik) saat menyambut kabaharkam Polri. (Foto: Humas)
Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (pegang mik) saat menyambut kabaharkam Polri. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang Raya berakhir hari ini, Sabtu (30/5/20). Saat ini, masyarakat sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi new normal atau tatanan normal baru. Kampung-kampung di Malang pun melakukan persiapan dengan membentuk kampung tangguh.

Kampung tangguh dibentuk sebagai upaya untuk menangkal penyebaran covid-19. Tujuannya agar secara mandiri warga mampu menangani situasi pandemi covid-19 ini.

Baca Juga : Wakil Menag Beberkan Fleksibilitas Islam Saat Pandemi di Halalbihalal Virtual UIN Malang

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang turut mendampingi kampung tangguh yang akhir-akhir ini bermunculan di kota Malang. Kampung Glintung Water Street (GWS) salah satunya. Keduanya bersinergi dengan mudah karena memiliki visi yang sama. 

Beberapa waktu yang lalu, kedua belah pihak menerima kunjungan langsung dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Saat menyambut Kepala Pemeriksa Utama Divisi Propam Mabes Polri Kombes Pol Raden Romdhoni Natakusuma, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg didampingi para wakil rektor dan kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIn Maliki.

Haris menyampaikan sekilas tentang konsep qoryah thayyibah. Konsep ini sebagai bagian dasar fondasi terwujudnya kampung tangguh.

Menurut rektor asal Lamongan ini, konsep tersebut idealnya selaras dengan kampung mandiri yang selain aman, juga mampu menyadarkan masyarakat untuk berempati.

"Sehingga visinya selain untuk mewujudkan lingkungan yang indah, aman, dan mandiri, juga menggugah masyarakat bergotong-royong saling empati kepada yang lain," ucapnya.

Konstruksi menjadi kampung mandiri qoryah thayyibah, kata Prof Haris, dimulai dari duryah thayyibah, yakni keluarga bahagia yang harmonis. "Jika dasarnya terpenuhi, maka akan terwujudlah kampung  atau desa  yang tangguh (qoryah thayyibah)," katanya. 

Kombes Pol Raden Romdhoni Natakusuma mengapresiasi gagasan  UIN Maliki Malang dalam mens-upport terwujudnya kampung tangguh. "Ini sangat bagus. Jadi, selain mandiri, tetapi juga memiliki kesadaran berempati dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakatnya, baik segi kesehatan, ekonomi, pangan, dan kesejahteraan," ungkapnya.

Di sana, Romdhoni juga meninjau langsung lumbung pangan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang ada di RW 05 Purwantoro sekaligus bercengkerama dengan warga.

Di kampung tangguh, terdapat petugas tertib administrasi sehingga orang yang keluar maupun masuk kampung tercatat dengan baik. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan makanan, warga yang mampu menyumbang sayur. Sedangkan warga yang membutuhkan sayur bisa mengambil seperlunya.

Baca Juga : Wakil Menteri Agama Beri Wejangan WFH dalam Halalbihalal Virtual UIN Malang

Selama masa pandemi covid-19 ini, para warga yang mampu, para dermawan, dan tak terkecuali UIN Malang ikut memberikan bantuan. Melalui Ibu PKK setempat, berbagai bantuan dikelola. Bahkan ada yang disediakan dalam wujud mlijo gratis.