Ilustrasi minyak. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi minyak. (Foto: Pixabay)

MALANGTIMES - Kasus positif covid-19 di Indonesia kini sudah tembus 24.538. Setiap harinya selalu ada kasus meninggal dunia dan kini jumlahnya mencapai 1.496. Sementara yang sudah sembuh berjumlah 6.240 orang.

Mantan Rektor Universitas Hassanudin (UNHAS) Prof Dr dr Idrus Andi Paturusi SpBO termasuk salah satu di antara orang-orang yang berhasil sembuh dari covid-19.

Baca Juga : Balita Sembuh, tapi Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Bertambah 2

 

Prof Idrus menceritakan pengalaman sembuhnya saat diwawancara oleh Ustad Das'ad Latif di channel YouTube-nya. Dalam kisahnya, ia mengungkapkan bahwa dirinya sembuh berkat minyak kayu putih.

"Minyak kayu putih, eucalyptus oil itu sebetulnya kalau dulu kita flu orang tua kita kasih minyak kayu putih dan air hangat kemudian kita kasih sarung disungkep, satu hari langsung seger," ucapnya.

Nah, pada hari kedua ia diopname, Prof Idrus kembali dites swab dan hasilnya masih positif (covid-19). Setelah itu, seorang kolega menyarankannya untuk memakai minyak kayu putih.

Kita tahu sejak zaman dulu, kakek nenek kita selalu memberikan minyak kayu putih apabila kita tidak enak badan. Minyak kayu putih juga mudah didapatkan di Indonesia. Nah, Prof Idrus menggunakannya dengan cara tertentu. Yakni, ambil tisu, ditetesi minyak kayu putih 4-5 tetes, lalu taruh di dalam masker, kemudian hirup waktu bernapas.

"Penggunaan minyak kayu putih ini sebetulnya mudah. Kita ambil tisu, kemudian 4-5 tetes (minyak kayu putih) kita kasih ke tisu tersebut. Kalau sudah, tisu ini kita simpan di bawah masker kita sehingga kita hirup," paparnya.

Prof Idrus yang juga seorang dokter ini kemudian menjelaskan, virus corona itu tempatnya di saluran napas. Mulai dari saluran napas bagian atas sampai ke paru-paru. Nah, dengan menghirup aroma minyak kayu putih diharapkan virus-virus itu tergilas.

Dikatakannya, minyak kayu putih memiliki tiga efek, yakni anti inflamasi (untuk peradangan), membunuh bakteri, dan membunuh virus. Namun perlu diingat bahwa di sini Prof Idrus hanya bercerita berdasarkan pengalamannya.

"Tentu ini memerlukan penelitian," timpalnya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 yang Sembuh Bisakah Terinfeksi Lagi?

 

Sebelumnya, Prof Idrus juga terus berusaha meningkatkan imunnya dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen-suplemen.

"Pesan saya harus memaksakan diri untuk makan makanan yang bergizi. Saya waktu masuk (rumah sakit) tiap pagi walaupun susah masuk saya konsumsi telur setengah matang 2 biji, kemudian roti, kemudian perbanyak buah dan protein yang tinggi. Di samping itu tentu kita mengkonsumsi obat-obat yang meningkatkan imunitas tubuh," paparnya.

Untuk menstimulasi imun, dirinya juga mengkonsumsi vitamin c. Selain itu, ia juga melakukan kebiasaan berkumur air hangat campur garam tiap pagi.