Ilustrasi Laka (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ilustrasi Laka (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Malang yang akan berakhir pada 30 Mei 2020, selama ini berimbas pada penurunan angka kecelakaan. Presentase penurunannya sekitar 60 persen.

Data pada April 2020, terjadi sebanyak 13 kejadian kecelakaan dengan terdapat empat korban meninggal dunia dan korban yang mengalami luka-luka sebanyak 14 kasus.

Baca Juga : Akhir PSBB, Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Masih Bertambah dari Transmisi Lokal

Sedangkan pada bulan Mei, terjadi tujuh kasus kecelakaan dengan korban jiwa sebanyak tiga orang dan korban luka-luka sebanyak enam orang. Namun jumlah tersebut bertambah satu kasus kejadian kecelakaan pada hari ini (29/5/2020), sehingga kasusnya bertambah menjadi delapan kasus kecelakaan.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto menjelaskan, jika penurunan terjadi lantaran banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan di rumah. Banyaknya kasus kecelakaan sendiri disebabkan karena kelalaian dari pengendara.

"PSBB memang berdampak pada penurunan kasus kecelakaan. Ya kisaran 60 persenan," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika selama PSBB, selain aktivitas masyarakat berkurang, berimbas juga pada volume kendaraan yang berkurang. Terpantau di jalur blackspot atau jalur rawan kecelakaan, jumlah kendaraan berat yang melintas tak sebanyak seperti biasanya.

"Kendaraan-kendaraan besar juga berkurang yang melintas di jalur-jalur blackspot. Ini ya karena dampak PSBB dengan penjagaan ketat yang dilakukan," bebernya.

Sementara itu, meskipun saat ini terjadi penurunan, hal itu tak lantas membuat Satlantas Polresta Malang Kota lengah, pihaknya terus melakukan patroli dan penjagaan-penjagaan pada jalur rawan atau blackspot.

Baca Juga : Pakar Manajemen Krisis: New Normal Life Tanpa Sanksi Tegas bagai Macan Ompong

"Saat ini penjagaan juga masih dilakukan. Meskipun nanti PSBB usai, penyekatan masih tetap dilakukan. Kami harap masyarakat tertib dalam mematuhi protokol kesehatan maupun aturan lalu lintas," paparnya.

"Sekali lagi imbauan untuk masyarakat ketika berkendara harus sesuai standar. Patuhi aturan maupun rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Masyarakat harus jadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain," tambahnya mengakhiri.