Ilustrasi pasien covid-19 yang menjalani perawatan di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Ilustrasi pasien covid-19 yang menjalani perawatan di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Sebanyak 38 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kabupaten Malang masih menjalani perawatan hingga Kamis (28/5/2020) sore.

Sebagian tengah dirawat secara intensif di RSUD Kanjuruhan dan yang lain menjalani isolasi di Rusunawa ASN Pemkab Malang.

Namun, perawatan untuk pasien di dua lokasi ini berbeda.

Baca Juga : Lab Mobile Covid-19 Siap Layani Tes Swab di Jatim

Pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi di Rusunawa ASN Pemkab Malang tidak mendapatkan treatment atau pengobatan khusus.

Mereka hanya menjalani jadwal rutin untuk berolahraga serta mendapat asupan gizi setiap harinya. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengungkapkan, tidak adanya treatment tersebut karena memang hingga saat ini dunia belum menemukan vaksin maupun obat yang bisa menyembuhkan penyakit Covid-19. 

Meski demikian, Arbani menyebut bahwa pihak Dinkes memiliki cara tersendiri untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit virus yang diduga berasal dari Wuhan, China itu.

Menurut Arbani, untuk memulihkan kondisi kesehatan para pasien Covid-19, selama ini tim medis menerapkan sistem yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh pasien. 

Di antaranya adalah dengan memberikan asupan makanan yang bergizi selama menjalani masa isolasi.

”Karena yang di kirim ke Rusunawa itu mereka (pasien) kondisi umumnya bagus. Jadi mereka hanya diberikan makanan 3 kali sehari, hanya itu saja,” kata Arbani.

Selain diberikan asupan makanan bergizi, lanjut Arbani, pihaknya juga mengharuskan pasien untuk berjemur di bawah matahari pagi mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB.

”(Tujuan) diberikan waktu untuk berjemur itu supaya ketahanan tubuh mereka tetap tinggi. Sebisa mungkin pada saat berjemur itu melakukan senam. Dengan begitu pasien akan mendapatkan asupan vitamin dari sinar matahari,” sambung Arbani.

Selama berjemur, lanjut Arbani, keluarga juga diberi kesempatan untuk membesuk pasien yang menjalani isolasi di Rusunawa ASN. 

Meski demikian, waktu untuk membesuk tidak setiap hari alias harus sesuai jadwal yang diberikan petugas. 

Itupun juga harus menerapkan protokol kesehatan selama menjenguk keluarganya yang terpapar Covid-19 tersebut.

”Pada waktu berjemur tadi, apabila ada yang mau membesuk bisa dilakukan antara jam 09.00 WIB sampai 10.00 WIB itu. Tapi dengan catatan physical distancing tetap harus dijalankan,” tegas pria berkaca mata itu.

Meski terbilang sederhana, metode tersebut terbilang cukup ampuh untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien Covid-19. 

Terbukti dari total 19 pasien yang menjalani isolasi di Rusunawa, 8 di antaranya terpantau pulih.

Sedangkan hingga saat ini, 11 pasien lainnya masih menjalani perawatan di Rusunawa.

Dari 11 pasien itu, 6 di antaranya merupakan pasien yang baru masuk hari ini (Kamis 28/5/2020).

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Malang Melonjak, Ada 13 Pasien Baru

Ketika ditanya soal penanganan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, Arbani mengaku jika metode yang digunakan tidak jauh berbeda dengan pasien yang menjalani isolasi di Rusunawa. 

Hanya saja, para pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut lebih mendapatkan pasokan obat-obatan untuk meringankan gejalanya.

”Kalau (pasien) di rumah sakit, mungkin bisa tanya kepada dokter penanggungjawabnya langsung,” ucap Arbani singkat.

Menurut Arbani, pasien yang dirawat di rumah sakit biasanya hanya diberi obat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. 

Sedangkan untuk meringankan gejalanya, pasien hanya diberi obat analgesik seperti misalnya parasetamol dan lain sebagainya.

Tujuannya adalah untuk meredakan gejala Covid-19 yang mirip seperti gejala flu, yakni demam, batuk, sakit kepala, dan nyeri. 

”Untuk obat Covid-19-nya itu, karena sementara ini kan belum ada (obatnya). Sehingga ya hanya 2 macam obat itu saja,” terang Arbani.

Perlu diketahui, obat yang digunakan tersebut hanya bagi pasien yang memiliki gejala ringan. 

Sedangkan yang memiliki penyakit bawaan, maka akan diobati sesuai dengan keluhannya masing-masing.

Dengan obat tersebut, lanjutnya, tercatat sudah ada puluhan pasien yang dinyatakan sembuh. 

”Sampai saat ini ada 74 pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang, dari jumlah tersebut 26 di antaranya dinyatakan sembuh,” kata Arbani.

Sekedar diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kabupaten Malang, hingga Kamis (28/5/2020) sore, jumlah pasien positif Covid-19 ada 74 orang. 

Sebanyak 26 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 10 orang lainnya telah meninggal dunia. 

”10 orang yang meninggal dunia itu, semuanya memiliki penyakit bawaan berat,” tutup Arbani.