Salah satu warga saat menerima bantuan di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu warga saat menerima bantuan di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemkot Batu memberikan tambahan atau top up nilai bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah tersebut.

Namun, hingga Kamis (28/5/2020) masih ada ratusan kepala keluarga (KK) yang belum mengambil tambahan atas selisih bansos yang didapat.

Baca Juga : Terlanjur Anggaran Dibelanjakan, BLT-DD Beberapa Desa di Kota Batu Pakai Tahap II

Terdata, ada kurang lebih 498 KK penerima bantuan yang diberikan dari berbagai jalur yang belum menerima top up tersebut.

Seperti diketahui, top up dilakukan Pemkot Batu agar nominal uang bantuan yang diterima sama untuk seluruh penerima bansos. 

Pemkot Batu sendiri mengalokasikan bantuan senilai Rp 1 juta untuk tiap KK. 

Sehingga, bagi penerima bantuan dari Kementerian Sosial yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu setiap KK, mereka masih menerima top up Rp 400 ribu dari APBD Kota Batu.

Lalu dari Pemprov Jatim berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejumlah Rp 200 ribu setiap KK. Jadi penerima bantuan dari Pemrov masih mendapatkan sebesar Rp 800 ribu setiap KK dari APBD Kota Batu.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, jika bantuan itu sudah dilakukan sejak pekan lalu dengan penerima kurang lebih 12.308 KK dari APBD Kota Batu.

Baca Juga : Target Sebelum Lebaran, Hari Ini 100 Desa di Kabupaten Malang Salurkan BLT-DD

“Top up itu sudah dilakukan pekan lalu. Karena itu bagi warga yang belum mengambil bantuan top up agar bisa segera diambil hingga akhir bulan Mei,” katanya.

Bagi warga yang masih mengambil tambahan bantuan itu diberi kesempatan hingga Sabtu (30/5/2020) mendatang.