Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso saat memaparkan jalur alternatif selama pembangunan Jembatan Kedungkandang.(Istimewa)
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso saat memaparkan jalur alternatif selama pembangunan Jembatan Kedungkandang.(Istimewa)

MALANGTIMES - Setelah tertunda beberapa tahun, Jembatan Kedungkandang akan mulai dibangun pada awal Juni mendatang.

Pembangunan yang mengutamakan protokol kesehatan itu dipastikan akan sedikit mengganggu aktivitas transportasi di kawasan sekitar. Pasalnya, akan dilakukan penutupan jalan saat pemasangan balok girder. 

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang bersama Dinas Perhubungan Kota Malang dan Satlantas Kota Malang pun telah mempersiapkan jalur

Baca Juga : Aturan Bagi Pengendara di Kota Malang Selama PSBB di Malang Raya, Lihat Pula Dendanya 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-1588825458332-0"); }); 

 

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso menyampaikan, penutupan jalan tidak dilakukan setiap hari. Melainkan dilakukan saat situasional saja, yaitu ketika pemasangan balok girder. Karena pemasangan balok tersebut harus ekstra hati-hati dan harus mengutamakan keselamatan pekerja dan pengendara yang melintas.

"Karena itu sangat berat, dan memang butuh proses," terangnya.

Selama penutupan berlangsung, pengendara pun dipersilahkan melalui beberapa jalur alternatif. Untuk pengendara yang berasal dari arah Utara dan menuju arah Selatan, bisa masuk melalui kawasan Kedungkandang Gang 7 dan tembus hingga Jl. Kyai Malik Dalam.

"Itu juga berlaku untuk alternatif dari selatan ke utara, bisa lewat Jl. Kyai Malik Dalam tenbus Kedungkandang Gang 7," terang pria yang akrab disapa Sony itu.

Jalur alternatif tersebut hanya bisa dilalui kendaraan kelas tiga seperti pick up. Kemudian juga bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi. Sedangkan kendaraan kelas dua dan kelas satu bisa terus melaju dan berbelok ke kanan ke Jembatan Muharto.

Selanjutnya bisa lurus hingga ke arah perempatan Jl. Zaenal Zakse dan berbelok kiri lalu mengarah ke selatan. Kemudian untuk kendaraan kelas dua dan kelas satu yang mengarah dari selatan menuju utara harus berbelok di depan Terminal Hamid Rusdi menuju  Jl. Rajasa ke arah Pasar Gadang.

"Tapi itu tidak berlaku bagi kendaraan pabrik yang tak melewati jembatan, bisa tetap lurus dan akan diarahkan petugas," terang dia lagi.

Dia juga menegaskan jika pekan depan akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dia berharap agar masyarakat mematuhi rambu-rambu yang dibuat selama proses pembangunan nanti. Sehingga, pembanguan bisa berlangsung cepat dan sesuai dnegan target yang ditetapkan.

Baca Juga : DPUPRPKP Kota Malang: Satu Hari Sampah Disaluran Drainase Bisa Capai 1 Truk 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-1588825614199-0"); }); 

 

"Kami mohon doa restu kepada masyarakat, semoga semua berjalan lancar dan jalan bisa segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan," terang pria berkacamata itu.

Sony juga menegaskan jika mulai besok penambalan di jalur alternatif selama pembangunan Jembatan Kedungkandang akan dilakukan. Sehingga, masyarakat bisa tetap aman dan nyaman saat melewati jalur alternatif sejak proses pembangunan dilakukan.

"Kami pastikan jalan yang berlubang di area jalur alternatif itu akan ditutup dan dibuat nyaman untuk pengendara," imbuhnya.

Dia pun memprediksi lalu lintas di area sekitar pembangunan akan crowded di satu minggu pertama pembangunan. Selanjutnya masyarakat akan terbiasa dengan kondisi pembangunan seperti pada pengalaman sebelumnya.

"Seperti pengalaman Pembangunan Jembatan Janti dulu, sempat crowded di satu minggu pertama," pungkas Sony.