Rapat koordinasi berkaitan dengan rencana pembangunan Jenbatan Kedungkandang Kota Malang (Istimewa).
Rapat koordinasi berkaitan dengan rencana pembangunan Jenbatan Kedungkandang Kota Malang (Istimewa).

MALANGTIMES - Juni mendatang, pembangunan Jembatan Kedungkandang Kota Malang sudah mulai dilaksanakan. Setelah tertunda beberapa saat, pembangunan jembatan penghubung di wilayah Kecamatan Kedungkandang itu akan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso menyampaikan, pada pertengahan Mei lalu, DPUPRPKP Kota Malang telah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK).

Baca Juga : Optimis PSBB Berlangsung Satu Putaran, Ini Sederet Persiapan Pemkot Malang

Namun lantaran dalam masa pandemi Covid-19, maka pembangunan diarahkan agar bisa dilakukan tak lebih dari 30 pekerja. Sehingga, sejak pertengahan Mei ini, pemenang tender juga sudah melakukan kroscek ke lapangan.

"Sebelumnya kami juga ajukan surat kepada Dinas Perhubungan untuk lakukan rapat bersama berkaitan dengan rekayasa lalu lintas, dan rapat baru terealisasi hari ini," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2020).

Pria yang akrab disapa Sony itu menjelaskan, ada beberapa jalur alternatif yang disepakati dalam rapat yang melibatkan beberapa unsur tersebut. Salah satunya adalah penggunaan jalur di Jalan Kedungkandang Gang 7 yang nantinya akan tembus ke Jl. Kyai Malik Dalam.

"Itu yang untuk arah dari Utara ke Selatan maupun sebaliknya," tambahnya.

Sony menyampaikan, pembangunan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 akan dipastikan memenuhi protokol kesehatan. Pembangunan pun ditargetkan rampung pada Desember 2020. Namun lantaran masa pandemk, maka pembangunan diperkirakan molor hingga tahun depan.

"Kami sudah ajukan surat ke Pak Wali Kota Malang untuk mohon arahan kalau kegiatan ini akan melewati tahun. Karena memang kondisinya dalam masa pandemi," imbuh Sony.

Pembangunan Jembatan Kedungkandang sendiri akan menggunakan konstruksi beton dengan panjang 300 meter dan lebar 14 meter. Dengan harapan, jembatan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga : Sepekan Masih Kebobolan, Pemkot Batu Catat Ada 8 Poin Evaluasi PSBB Malang Raya

"Dan ini akan menjadi jembatan kelas satu. Jembatan mampu menampung hingga kapasitas 50 ton," jelas pria berkacamata itu.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diunggah Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang, tercatat jika proses tender belanja jasa konstruksi rehabilitasi/pengembangan Jembatan Kedungkandang Kelurahan Kedungkandang telah usai dengan nilai pagu mencapai Rp 69.389.274.000.

Tender jasa konstruksi pembangunan Jembatan Kedungkandang tersebut dimenangkan oleh PT Wasis Karya Nugraha yang bermarkaskan di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Dengan harga penawaran Rp 51.688.952.654,94 serta harga terkoreksi yang sama. Sedangkan total peserta tender untuk proyek Jembatan Kedungkandang itu sendiri mencapai 89 peserta.