Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Ahmad Nur Amin/MalangTIMES).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Ahmad Nur Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Adanya tenaga analisis laboratorium Institute Tropical of Disease (ITD) Unair yang positif terjangkit Covid-19 sempat membuat pemeriksaan sampel spesimen pasien di Jawa Timur terganggu.

Pasalnya, sebagian pihak khawatir jika tes Polymerase Chain Reaction (PCR) swab tetap dilakukan bisa mempengaruhi hasil akhir.

Padahal selama ini, laboratorium ITD Unair memang menjadi andalan untuk melakukan tes swab dari berbagai rumah sakit di Jawa Timur.

Namun, kini masyarakat kiranya tidak perlu khawatir lagi. Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mendapat bantuan dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 pusat untuk menyuplai mesin PCR.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan Pemprov Jatim telah meningkatkan kapasitas swab dengan Lab Mobile Covid-19. Bantuan mobile PCR tersebut didapatkan dari BNPB. Yang mana memiliki dua mesin PCR dengan masing-masing kapasitas tes sebanyak 200 sample/shift/mesin. 

"Jadi, kaitan dengan ITD yang sebetulnya menjadi andalan kita semua, kami, saat ini sudah tersupport dua mobil dengan masing-maeing empat mesin PCR,” ujarnya saat melakukan konferensi pers usai Rakor Evaluasi PSBB Malang Raya, di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu (27/5/2020) malam.

Dengan Lab Mobile Covid-19 tersebut ia menambahkan bisa mempercepat pemeriksaan sampel swab pasien di berbagai daerah di Jawa Timur. Karena, dengan satu shift ada 200, maka 2 mesin bisa menampung kapasitas maksimum mencapai 400 spesimen.

Bantuan mobil dari pusat dikatakannya masih akan datang lagi dengan kapasitas 4mesin PCR-swab. Artinya, satu unit mobil bisa memeriksa 800 spesimen sampel swab, jadi dua mobil totalnya mencapai 1.600 spesimen.

"Yang 2 awal sudah sampai dan beroperasi. Insaya Alloh besok (hari ini, Kamis 28/5/2020) datang mobil lagi maksimum bisa berkapasitas 800 spesimen. Kami mendapat support mobil lengkap dengan mesin PCR nya, beserta tenaganya," imbuhnya.

Mobil tersebut digunakan untuk berkeliling dan gerak cepat jemput bola melakukan pemeriksaan swab di rumah sakit yang sedang membutuhkan maupun di daerah yang kekurangan jumlah tes swab di Jawa Timur.

"Warga malang sudah punya sebetulnya, karena beberapa fasilitas rumah sakit sudah memilik itu. Seperti, RSUB, RSSA, ada RS Lavalette. Jikalau daerah sekitar bukan Malang Raya, ya namanya mobil berarti mobile (bisa memanfaatkan Lab Mobile Covid-19). Misal hari ini finish di Malang, besok di bawa ke Tulungagung dan lainnya, seperti itu," terangnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan proses penanganan percepatan Covid-19 yang mengedepankan Triple T (Testing, Tracing dan Treatment). Sehingga optimalisasi pergerakan bisa dilakukan dengan lebih cepat.

"Jika Testingnya cepat, tracingnya cepat, maka treatmentnya juga harus cepat. Maka cepat sembuh, kira-kira begitu. Sekarang dengan tambahan mobil ini optimasi lebih meningkat," tandasnya.